Penyaluran KUR di Bengkulu Tembus Rp1,86 Triliun, Jangkau Lebih 22 Ribu Pelaku Usaha
- 11 Jun 2026 22:59 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan kinerja positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp1,86 triliun dan dimanfaatkan oleh 22.142 debitur di berbagai sektor usaha.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohammad Irfan Surya Wardhana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bengkulu. “Program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Irfan, Kamis 11 Juni 2026.
Dari sisi skema pembiayaan, KUR Mikro masih menjadi program yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat. Hingga saat ini, KUR Mikro telah disalurkan sebesar Rp1,03 triliun kepada 18.596 debitur.
Sementara itu, KUR Kecil mencapai Rp681,64 miliar yang dimanfaatkan oleh 2.882 debitur. Adapun KUR Demand Rumah atau Kredit Pemilikan Perumahan telah tersalurkan sebesar Rp110,95 miliar kepada 633 debitur.
Selain itu, KUR Supply Rumah atau Kredit Konstruksi Perumahan mencapai Rp30,38 miliar kepada 13 debitur pengembang. KUR untuk Pekerja Migran Indonesia (TKI) juga telah disalurkan sebesar Rp320 juta kepada sembilan debitur, sedangkan KUR Super Mikro mencapai Rp90 juta untuk sembilan debitur.
Menurut Irfan, sektor pertanian masih menjadi penyerap terbesar pembiayaan KUR di Bengkulu. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menerima pembiayaan sebesar Rp1,21 triliun yang dimanfaatkan oleh 14.776 debitur.
“Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu sehingga dukungan pembiayaan yang besar diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Sektor perdagangan besar dan eceran berada di posisi kedua dengan penyaluran Rp321,27 miliar kepada 4.083 debitur. Selanjutnya sektor real estate, persewaan, dan jasa perusahaan menerima pembiayaan Rp129,55 miliar untuk 699 debitur.
Penyaluran KUR juga menjangkau sektor jasa kemasyarakatan, sosial, budaya, dan hiburan sebesar Rp78,91 miliar kepada 1.270 debitur. Sementara sektor industri pengolahan memperoleh pembiayaan Rp53,82 miliar yang dimanfaatkan oleh 858 debitur.
Di sektor akomodasi dan makan minum, pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp20,65 miliar kepada 187 debitur. Sektor konstruksi memperoleh Rp18,02 miliar, perikanan Rp8,91 miliar, transportasi dan komunikasi Rp6,85 miliar, jasa kesehatan Rp2,47 miliar, serta jasa pendidikan sebesar Rp660 juta.
Dari sisi lembaga penyalur, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur terbesar dengan total pembiayaan Rp1,16 triliun kepada 18.585 debitur. Posisi berikutnya ditempati Bank Mandiri yang menyalurkan Rp366,15 miliar kepada 2.201 debitur.
Bank Syariah Indonesia (BSI) turut menyalurkan Rp175,86 miliar kepada 737 debitur, disusul Bank Sinarmas sebesar Rp67,80 miliar kepada 266 debitur. Kemudian Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp45,28 miliar kepada 199 debitur.
Selain itu, Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan Rp25,14 miliar kepada 43 debitur, sementara Bank Bengkulu menyalurkan Rp10,99 miliar kepada 52 debitur. Sejumlah lembaga keuangan lainnya seperti Pegadaian Syariah, Bank Nano Syariah, BCA, dan Bank Nationalnobu juga turut berpartisipasi dalam mendukung penyaluran KUR di Bengkulu.
Irfan optimis tren positif tersebut akan terus berlanjut seiring meningkatnya akses pembiayaan bagi UMKM. Menurutnya, keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang tersalurkan, tetapi juga dari dampaknya dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas usaha, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“Melalui sinergi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, kami berharap UMKM Bengkulu semakin berkembang. Tak hanya itu tapi juga bisa naik kelas, dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tutur Irfan mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....