Keluarga Berketahanan Jadi Kunci Lahirkan Generasi Berkualitas

  • 11 Jun 2026 23:00 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Ketahanan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Untuk memperkuat peran keluarga, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menjalankan sejumlah program prioritas, salah satunya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program GENTING dirancang untuk mempercepat penurunan stunting melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi, komunitas, dan masyarakat. Sasaran program ini adalah keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. Zamhir Setiawan, M.Epid., mengatakan berdasarkan hasil Verifikasi dan Validasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) tahun 2025, terdapat 56.851 keluarga berisiko stunting di Provinsi Bengkulu pada 2026.

“Jumlah tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu dengan berbagai kategori risiko yang membutuhkan penanganan,” ujar Zamhir dalam dialog di salah satu stasiun televisi lokal, pekan lalu.

Data menunjukkan Kota Bengkulu menjadi daerah dengan jumlah keluarga berisiko stunting tertinggi, yakni 10.802 keluarga. Disusul Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 9.025 keluarga, Kabupaten Seluma 6.355 keluarga, Kabupaten Mukomuko 5.473 keluarga, dan Kabupaten Rejang Lebong 5.317 keluarga.

Selain itu, terdapat 4.328 keluarga berisiko stunting di Kabupaten Kaur, 4.216 keluarga di Bengkulu Selatan, 4.147 keluarga di Lebong, 3.794 keluarga di Kepahiang, dan 3.394 keluarga di Bengkulu Tengah.

Dari total tersebut, sebanyak 10.852 keluarga masuk kategori prioritas intervensi karena memiliki dua hingga tiga faktor risiko. Faktor tersebut meliputi kehamilan usia muda, kondisi lingkungan yang tidak sehat, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), balita dengan gizi kurang, serta keterbatasan akses terhadap air bersih.

Menurut Zamhir, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kesehatan, dan produktivitas di masa depan. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk pola asuh dan pemenuhan kebutuhan anak.

Ia menegaskan percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Melalui program GENTING, seluruh pihak diajak berkontribusi dalam berbagai bentuk intervensi untuk membantu keluarga sasaran.

Bantuan yang diberikan dapat berupa perbaikan rumah, penyediaan jamban sehat, peningkatan sanitasi, edukasi, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan nutrisi. Seluruh pelaksanaan program dapat dipantau melalui Dashboard GENTING untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Selain GENTING, Kemendukbangga juga menjalankan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan program SIDAYA (Lansia Berdaya) untuk mendukung kesejahteraan lansia. Program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....