Erna Sari Dewi Siap Kawal Infrastruktur Prioritas Kabupaten Lebong

  • 11 Jun 2026 09:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebong mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi V DPR RI, yang juga Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu Erna Sari Dewi.

Dalam pertemuan dengan Erna Sari Dewi, Bupati Lebong Azhari bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lebong menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan daerah untuk disinkronkan dengan program pemerintah pusat. Mengingat upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat guna mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah usulan prioritas disampaikan Pemkab Lebong, terutama terkait penanganan infrastruktur yang terdampak bencana alam dan membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Bupati Lebong Azhari mengungkapkan bahwa sejumlah infrastruktur vital di wilayahnya mengalami kerusakan akibat bencana. Kondisi tersebut mencakup jalan yang amblas, titik-titik rawan longsor, hingga beberapa jembatan yang putus dan mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi daerah.

“Lebong beberapa kali terdampak bencana. Infrastruktur jalan dan jembatan banyak yang rusak, terutama jembatan yang putus. Selain itu, ada sejumlah ruas jalan yang amblas dan memang kerap mengalami longsor,” ujar Azhari pada Rabu 10 Juni 2026.

Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan, Erna Sari Dewi menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Lebong melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Sejumlah program berbasis masyarakat yang berpeluang disinergikan dengan kebutuhan Kabupaten Lebong, seperti Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), pembangunan jalan penghubung antardesa, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), hingga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST),” jelansya.

Lebih lanjut politisi NasDem ini menambahkan, fokus pembahasan tidak hanya mencakup program yang akan diperjuangkan pada tahun 2026, tetapi juga berbagai rencana pembangunan yang dipersiapkan untuk tahun 2027. Makanya untuk mewujudkan hal itu diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Diharapkan berbagai kebutuhan infrastruktur masyarakat Lebong dapat segera terealisasi, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....