Pemerintah Bengkulu Utara Terus Lakukan Percepatan LTT Padi 2026

  • 09 Jun 2026 13:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI. CO. ID, Bengkulu Utara - Kabupaten Bengkulu Utara menjadi Kabupaten dengan target luas tambah tanam atau LTT terbesar di Provinsi Bengkulu pada tahun 2026. Dari target provinsi sebesar 12.286 hektare, Bengkulu Utara dibebani target 7.300 hektare.

Target ini diarahkan untuk mendukung percepatan swasembada pangan melalui program optimasi lahan. Mulai dari cetak sawah rakyat, tanam padi gogo, hingga brigade pangan.

PLT Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Peternakan Bengkulu Utara, Juwita Abadi menyebutkan hingga akhir bulan Mei 2026 atau pasca musim panen pertama, realisasi LTT telah mencapai 2.329 hektare. Jumlah tersebut terus didorong agar bertambah pada musim tanam berikutnya.

"Target luas tambah tanam Bengkulu Utara itu 7.300 hektare ya. Saat ini yang sudah terealisasi baru 2.329 hektare," ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah Daerah tidak hanya memastikan kebutuhan penunjang produksi petani tetap tersedia. Akan tetapi juga melakukan perbaikan infrastruktur serta peningkatan sarana dan prasarana pertanian.

Dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Peternakan Bengkulu Utara juga membentuk tim percepatan swasembada pangan tingkat Kabupaten. Tim ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Tidak hanya itu saja, tim ini juga berkolaborasi dengan penyuluh pertanian, BRMP, Dinas Provinsi dan Kementerian Pertanian untuk mengawal percepatan tanam di lapangan. Harapannya, luas tanam bertambah dan target swasembada pangan dapat tercapai sesuai rencana.

"Selain menjaga kebutuhan penunjang produksi pertanian, peningkatan sarana dan prasarana juga kita lakukan. Kolaborasi dengan pihak terkait juga kita lakukan," katanya.

Luas tambah tanam atau LTT adalah indikator dalam sektor pertanian yang mengukur total luas lahan dalam hektare yang mulai ditanami komoditas tertentu, seperti padi, pada periode tertentu. Istilah ini sangat populer dalam program Kementerian Pertanian untuk mengukur produktivitas dan percepatan swasembada pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....