DLH Kota Bengkulu, Dorong Bank Sampah dan Budidaya Maggot
- 08 Jun 2026 08:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pengelolaan sampah di Kota Bengkulu membutuhkan kolaborasi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya dinilai menjadi langkah penting dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin, menegaskan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi titik balik dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, salah satu langkah sederhana namun berdampak besar adalah melakukan pemilahan sampah langsung dari rumah tangga.
“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, salah satu solusi nyata yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah dari sumber atau dari rumah. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anshar, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemilahan sampah yang dilakukan secara konsisten akan memudahkan proses pengelolaan lanjutan, baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, langkah tersebut juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan bank sampah.
DLH Kota Bengkulu terus mendorong optimalisasi peran bank sampah di tingkat kelurahan dan lingkungan masyarakat. Melalui program ini, warga dapat menabung sampah yang telah dipilah dan memperoleh manfaat ekonomi dari hasil penjualan sampah yang masih memiliki nilai guna.
“Kami mengajak seluruh warga Kota Bengkulu untuk mulai memilah sampah dari rumah dan aktif menabung sampah di bank sampah yang ada di lingkungan masing-masing. Dengan semangat kolaborasi, kita dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan,” katanya.
Selain penguatan program bank sampah, DLH Kota Bengkulu juga menyoroti inovasi dalam pengendalian volume limbah organik melalui budidaya maggot. Metode ini dinilai efektif untuk mengatasi persoalan sampah organik, khususnya sisa pangan atau sampah sejenis SPPG yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar timbunan sampah.
Budidaya maggot memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengurai sampah organik dengan cepat melalui proses biokonversi. Selain membantu mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk budidaya ikan lele dan sektor perikanan lainnya.
Menurut Anshar, penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular seperti ini perlu terus dikembangkan secara luas di Kota Bengkulu. Dengan mengintegrasikan pemilahan sampah dari rumah, pengelolaan bank sampah, serta pemanfaatan maggot sebagai pengurai limbah organik, diharapkan jumlah sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dukungan aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan Kota Bengkulu yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....