Petani Sawit Ipuh Berharap Harga TBS Tetap Stabil

  • 08 Jun 2026 08:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, mulai menunjukkan tren positif setelah sempat mengalami penurunan cukup signifikan beberapa waktu lalu. Saat ini, harga TBS di tingkat pabrik telah mencapai Rp2.840 per kilogram atau mendekati harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.

Meski mulai membaik, para petani berharap harga tersebut dapat tetap stabil dan tidak kembali mengalami penurunan. Stabilitas harga dinilai menjadi faktor penting bagi petani untuk menjaga keberlangsungan usaha perkebunan mereka di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Salah seorang petani sawit di Kecamatan Ipuh, Tio, mengatakan bahwa kenaikan harga saat ini memberikan harapan baru bagi para petani setelah sebelumnya harus menghadapi harga jual yang rendah. Oleh karena itu, ia memiliki harapan besar agar harga TBS tidak lagi kembali anjlok.

"Harga sekarang sudah Rp2.840 per kilogram di pabrik. Sudah mendekati harga normal. Kami berharap harga ini bisa terus bertahan dan stabil," ujar Tio, Senin 8 Juni 2026.

Menurutnya, yang paling dibutuhkan petani bukan hanya harga tinggi sesaat, melainkan kepastian harga yang stabil dalam jangka panjang. Dengan harga yang stabil, petani dapat lebih mudah merencanakan kebutuhan perawatan kebun dan mengatur keuangan keluarga.

Tio menjelaskan, ketika harga TBS mengalami penurunan, petani kecil menjadi kelompok yang paling terdampak. Pendapatan dari hasil panen sering kali tidak cukup untuk menutupi biaya produksi yang terus meningkat, terutama untuk pembelian pupuk dan perawatan tanaman.

"Kalau harga turun, kami kesulitan, biaya pupuk, perawatan kebun, dan kebutuhan lainnya tetap harus dikeluarkan. Karena itu kami berharap harga sawit jangan turun lagi dan bisa stabil," katanya.

Ia menambahkan, stabilitas harga TBS sangat berpengaruh terhadap produktivitas perkebunan rakyat. Ketika pendapatan petani mencukupi, mereka dapat melakukan pemupukan dan perawatan secara rutin sehingga hasil produksi tetap terjaga.

Membaiknya harga TBS saat ini menjadi angin segar bagi ribuan petani sawit di Kecamatan Ipuh. Namun demikian, harapan terbesar para petani adalah agar harga tidak lagi berfluktuasi tajam dan tetap berada pada level yang menguntungkan.

Dengan harga yang stabil, petani optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas kebun, memenuhi biaya operasional. Serta menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Mukomuko.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....