Disdik Kota Bengkulu Pastikan Program Sekolah Hijau dan Bersih Berhasil Positif

  • 07 Jun 2026 19:18 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Pendidikan Kota Bengkulu memastikan program Sekolah Hijau dan Bersih yang digagas Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan hasil yang positif di berbagai satuan pendidikan. Program ini dinilai mulai membentuk budaya bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Dari hasil pemantauan langsung ke sejumlah sekolah, mayoritas SD dan SMP di Kota Bengkulu telah menerapkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan asri. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya perhatian sekolah terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Ilham Putra, mengatakan pihaknya bersama tim telah melakukan monitoring ke berbagai sekolah untuk melihat langsung kondisi kebersihan dan pelaksanaan program penghijauan. Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap implementasi program di lapangan.

“Alhamdulillah kami bersama tim sudah melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah, baik SD maupun SMP. Hasilnya, kebersihan sarana dan prasarana sudah menjadi perhatian khusus dari pihak sekolah,” ujar Ilham Putra, Minggu 7 Juni 2026.

Ia menjelaskan, fasilitas toilet siswa di sebagian besar sekolah sudah terjaga dengan baik. Selain itu, lingkungan sekolah juga mulai dipenuhi tanaman penghijauan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat.

Menurutnya, program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Wali Kota Bengkulu yang mendorong terwujudnya sekolah hijau dan bersih di seluruh wilayah kota. Program tersebut terus diperkuat melalui berbagai kegiatan di satuan pendidikan.

“Penanaman pohon dan penghijauan di lingkungan satuan pendidikan sudah dilaksanakan oleh sekolah masing-masing. Ini merupakan bagian dari program Bapak Wali Kota untuk mewujudkan sekolah hijau dan bersih di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu,” katanya.

Ilham mengungkapkan, secara keseluruhan capaian pelaksanaan program Sekolah Hijau dan Bersih di Kota Bengkulu telah mencapai sekitar 90 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi sekolah dalam mendukung program pemerintah daerah.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah yang menghadapi kendala, terutama keterbatasan lahan. Untuk mengatasi hal tersebut, Disdik mengarahkan sekolah agar tetap melakukan penghijauan dengan memanfaatkan pot tanaman dan media alternatif lainnya.

“Ada beberapa sekolah yang lahannya terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk menanam pohon dalam jumlah banyak. Namun kami tetap mengarahkan agar penghijauan dilakukan melalui pemanfaatan pot-pot tanaman sehingga program ini tetap berjalan,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....