Tolak Bala, BMA Lebong Gelar Kedurei Agung

  • 05 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Lebong - Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong menggelar Kedurai Agung Tepung Bumai di Muara Bioa Temiang, Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Kita Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal Menuju Kabupaten Lebong Maju, Makmur, dan Berdaya Saing”.

Tradisi adat ini kembali dilaksanakan setelah hampir dua dekade vakum dari agenda budaya masyarakat Lebong. Selain menjadi upaya pelestarian adat Rejang, kegiatan tersebut juga bertujuan menghidupkan kembali warisan leluhur yang telah lama tidak dijalankan.

Kedurai Agung juga dimaknai sebagai ritual tepung setawar untuk memohon keselamatan bagi daerah dari berbagai musibah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Prosesi adat tersebut menjadi bentuk ikhtiar masyarakat dalam menjaga keseimbangan kehidupan dan keharmonisan lingkungan.

Ketua BMA Kabupaten Lebong, Aryanto, mengatakan bahwa Kedurai Agung tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Desa Tunggang, tetapi untuk seluruh warga Kabupaten Lebong. Menurutnya, ritual adat ini menjadi sarana tolak bala sekaligus pendingin atas berbagai fenomena alam dan peristiwa yang terjadi selama setahun terakhir.

Ia menjelaskan, prosesi adat tersebut merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT dan penghormatan kepada para leluhur agar Kabupaten Lebong tetap berada dalam kondisi aman. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lebong Azhari menegaskan bahwa masyarakat Rejang patut berbangga karena memiliki salah satu warisan adat tertua di Indonesia. Oleh karena itu, pelestarian budaya Rejang harus terus dijaga sebagai identitas masyarakat di Bumi Swarang Patang Stumang.

Menurut Azhari, Kedurai Agung merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai nikmat yang telah diberikan. Ia berharap melalui ritual adat tersebut, Kabupaten Lebong dapat terhindar dari berbagai bencana dan musibah di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....