BPS: Penduduk Bengkulu Tembus 2,14 Juta di 2025 meskipun Pertumbuhan Lambat
- 29 Mei 2026 11:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat bahwa penduduak Bengkulu mencapai 2,14 Juta jiwa meskipun pertumbuhan mengalami perlambatan 1,30 persen. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu Ir. Win Rizal menyampaikan jumlah penduduk Provinsi Bengkulu dihitung berdasarkan hasil SUPAS 2025 mencapai 2,14 juta jiwa, dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan Provinsi Bengkulu selama lima tahun terakhir sebesar 1,30 persen.
Dikatakan Win Rizal, sejumlah indikator tersebut dari Rasio ketergantungan mengalami peningkatan selama periode lima tahun terakhir, mencapai 45,46 persen di tahun 2025, Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,27 , Angka Kematian Bayi (IMR) terus menurun mencapai 16,89.
"Pertambahan penduduk adalah semua orang yang berdomisili di Provinsi Bengkulu selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun. Akan tetapi bertujuan untuk menetap selama 1 tahun atau lebih. dengan jumlah penduduk Provinsi Bengkulu berdasarkan hasil SUPAS 2025 tercatat sebanyak 2.140.142 jiwa, meningkat sebesar 424.624 jiwa dibandingkan hasil SP2010 yang berjumlah 1.715.518 jiwa," ujar Win Rizal 27 Mei 2026.
Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Bengkulu mengalami perlambatan menjadi 1,30 persen pertahun dalam 5 tahun terakhir . Sedangkan Rasio jenis kelamin menggambarkan perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan dalam suatu populasi. Berdasarkan hasil SUPAS 2025, jumlah penduduk laki-laki di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 1.092.267 jiwa atau 51,04 persen dari total penduduk.
"Jumlah penduduk perempuan sebanyak 1.047.875 jiwa atau 48,96 persen. Dengan komposisi tersebut, rasio jenis kelamin Provinsi Bengkulu sebesar 104, yang berarti terdapat sekitar 104 laki-laki untuk setiap 100 perempuan," kata Win Rizal.
Sementara penduduk menurut kelompok umur dan rasio ketergantungan berdasarkan hasil SUPAS 2025 menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) sebesar 68,75 persen, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil SP2010 sebesar 65,58 persen . Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) menunjukkan pola yang berbeda, untuk kelompok umur 0-14 tahun mengalami penurunan dibandingkan SP2010, dari 30,57 persen menjadi 24,92 persen.
Lebih jauh Ia mengatakan untuk kelompok umur 65 tahun ke atas menunjukkan peningkatan dari SP2010, yaitu dari 3,84 persen menjadi 6,33 persen. Perubahan komposisi penduduk kelompok umur tersebut menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0-14 tahun dan melebar di kelompok umur 15-64 tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....