Wagub Mian Bahas Percepatan Jalan Mulus Bersama Pemkab Rejang Lebong

  • 25 Mei 2026 18:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menggelar rapat terbatas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di Kantor Bupati Rejang Lebong, Senin, 25 Mei 2026. Pertemuan penting tersebut secara khusus membahas rencana strategis percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Rejang Lebong.

Rapat tersebut dihadiri Plt. Bupati Rejang Lebong Hendri Praja, Sekda, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, serta sejumlah kepala OPD terkait. Seluruh pihak yang hadir menyatukan persepsi demi menyukseskan program konektivitas daerah yang terintegrasi.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten harus dilakukan secara merata sesuai arahan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Langkah ini diambil agar tidak ada satu pun wilayah yang merasa dianaktirikan dalam hal fasilitas publik.

“Semua menjadi satu kesatuan komitmen Pak Gubernur untuk mewujudkan jalan provinsi mulus pada 2028,” ujar Mian tegas. Target ambisius tersebut diharapkan dapat mendongkrak roda perekonomian masyarakat di seluruh pelosok Provinsi Bengkulu.

Mian menjelaskan, sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Rejang Lebong sebagian telah mulai dikerjakan sejak 2025 lalu. Proyek jangka menengah ini akan dilanjutkan kembali tahun ini hingga ditargetkan rampung seluruhnya pada 2027.

“Penyelesaian pada 2027 nanti, insyãAllah kita tuntaskan,” kata Mian optimis di hadapan para peserta rapat. Ia pun meminta sinergi yang kuat antara pemprov dan pemkab agar pengerjaan di lapangan berjalan tanpa kendala.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menambahkan bahwa pekerjaan infrastruktur di Rejang Lebong pada 2026 mencakup dua kegiatan utama. Agenda prioritas tersebut meliputi penanganan longsor di ruas Beringin Tiga–Bengko serta peningkatan Jalan Curup–Air Dingin.

“Untuk kegiatan 2026, Jalan Curup–Air Dingin dianggarkan lebih dari Rp5 miliar,” ujarTejo menjelaskan dan merinci anggaran. Anggaran dengan nilai serupa juga disiapkan untuk penanganan longsor Beringin Tiga–Bengko yang saat ini sudah masuk proses lelang.

Meskipun demikian, Tejo menyebutkan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan masih harus menyesuaikan kondisi harga minyak industri saat ini. Fluktuasi harga komoditas utama tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan sehingga berpotensi memengaruhi kalkulasi teknis di lapangan. (MC)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....