Tidak Ada Laporan Kasus Hantavirus di Provinsi Bengkulu
- 25 Mei 2026 11:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu memastikan hingga saat ini Provinsi Bengkulu belum memiliki kasus konfirmasi hantavirus. Bengkulu juga tidak termasuk dalam sembilan provinsi di Indonesia yang dilaporkan memiliki kasus konfirmasi penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut.
Meski belum ditemukan kasus, Dinkes Provinsi Bengkulu tetap meningkatkan langkah antisipasi dan kewaspadaan dini agar penyebaran hantavirus tidak masuk ke wilayah Bengkulu. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, M.Pd., MKM mengatakan, masyarakat tidak perlu panik menyikapi maraknya informasi mengenai hantavirus, namun tetap harus waspada dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Alhamdulillah sampai saat ini Bengkulu belum ada kasus konfirmasi hantavirus dan kita juga tidak termasuk dalam sembilan provinsi yang dilaporkan memiliki kasus. Tetapi langkah antisipasi tetap kita lakukan agar jangan sampai virus ini masuk ke Bengkulu,” ujar Yasman, Senin 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, hantavirus merupakan penyakit yang penularannya berasal dari tikus, terutama melalui kotoran, urine, maupun air liur tikus yang mencemari makanan atau benda di sekitar manusia. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa mekanisme penularan hantavirus berbeda dengan COVID-19 sehingga tidak perlu menimbulkan kepanikan berlebihan.
“Waspada sanggat dianjurkan, namun tetapi jangan terlalu panik. Penularannya bukan seperti COVID-19, yang penting masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontaminasi dari tikus,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus memperkuat koordinasi dengan seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas melalui sistem surveilans kesehatan untuk memantau potensi penyakit menular di masyarakat. Melalui pengawasan tersebut, setiap laporan penyakit dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada hantavirus.
Selain itu, Dinkes juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan rumah, mengelola sampah dengan baik, serta menutup makanan agar tidak terkontaminasi tikus. Yasman menegaskan, lingkungan yang kotor dan banyak sisa makanan menjadi salah satu penyebab meningkatnya populasi tikus yang berpotensi membawa berbagai penyakit.
“Budaya hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan. Ini menjadi langkah paling penting untuk mencegah berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....