Erna Desak BMKG Perkuat Sistem Pemantauan Cuaca di Bengkulu

  • 21 Mei 2026 10:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, memberikan apresiasi terhadap kinerja dan serapan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI. Apalagi sebelumnya juga telah menggelar audiensi dengan pihak BMKG Bengkulu.

Namun demikian, Erna menekankan pentingnya penguatan sistem meteorologi yang lebih responsif demi mendukung keselamatan publik.

Dalam penyampaiannya, Anggota Fraksi NasDem ini menyebutkan kebutuhan modernisasi alat meteorologi menjadi hal mendesak, khususnya bagi daerah rawan cuaca ekstrem seperti Bengkulu.

Ia menyebut wilayah daerah pemilihannya memiliki tantangan besar karena langsung berhadapan dengan Samudra Hindia yang dikenal memiliki perubahan cuaca sangat cepat dan sulit diprediksi.

Menurutnya, kondisi tersebut sering berdampak pada aktivitas penerbangan di Bengkulu. Bahkan, perubahan arah dan kecepatan angin yang terjadi secara tiba-tiba beberapa kali menyebabkan pesawat gagal melakukan pendaratan di bandara.

“Cuaca ekstrem di wilayah Samudra Hindia ini sangat dinamis. Kecepatan dan putaran angin berubah sangat cepat, sehingga dibutuhkan sistem deteksi yang benar-benar akurat dan real time,” ujar Erna dalam RDP pada Senin, 28 Mei 2026.

Foto Parlemen : Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, ketika RDP dengan BMKG.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini juga menyoroti keterbatasan sistem Automatic Weather Observing System (AWOS) yang saat ini digunakan. Dikatakan, data cuaca yang baru terbaca beberapa menit kemudian dinilai berisiko terhadap keselamatan penerbangan maupun aktivitas masyarakat lainnya.

“Kalau alat kita baru bisa membaca kondisi sepuluh menit kemudian, tentu ini bisa berbahaya. Karena perubahan cuaca di wilayah kami berlangsung sangat cepat,” kata Erna.

Karena itu, Erna meminta BMKG memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan dan peningkatan teknologi Automatic Weather Observing System di daerah dengan tingkat risiko cuaca tinggi.

Untuk itu dia berharap modernisasi alat meteorologi dapat menjadi prioritas nasional, terutama untuk wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan lautan lepas.

Oleh karena itu melalui penguatan sistem meteorologi ini diharapkan, keselamatan transportasi udara, pelayaran, hingga aktivitas masyarakat pesisir dapat lebih terjamin.

“Keakuratan informasi cuaca menjadi faktor penting dalam meminimalisasi risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca ekstrem,” tutur Erna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....