Pemkot Bengkulu Perkuat Sinergi Capai Target Cek Kesehatan Gratis 2026
- 21 Mei 2026 10:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Alex menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan program yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Menurut Alex, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis membutuhkan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat Puskesmas hingga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama lainnya.
“Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, diperlukan dukungan penuh dan integrasi pelayanan mulai dari Puskesmas hingga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama lainnya. Hal ini agar program ini berjalan optimal sesuai sasaran siklus hidup,” ujar Alex, Kamis 21 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengungkapkan bahwa realisasi capaian program CKG di Kota Bengkulu saat ini masih berada di angka 2,07 persen berdasarkan data aplikasi Dinas Kesehatan. Capaian tersebut dinilai masih cukup jauh dari target pelaksanaan sebesar 26 persen pada akhir tahun 2026.
| Baca juga: Pemkot Bengkulu Bantu Korban Kebakaran |
Secara jangka panjang program ini ditargetkan mampu menjangkau 46 persen dari total jumlah penduduk Kota Bengkulu pada tahun yang sama. Untuk mempercepat pencapaian target, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu telah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan menyusun jadwal kunjungan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan nantinya juga akan diintegrasikan dengan momentum penerimaan murid baru agar cakupan layanan kesehatan masyarakat dapat semakin luas dan efektif. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini menyasar seluruh kelompok umur atau siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi baru lahir usia dua hari hingga 364 hari, balita dan anak prasekolah usia satu hingga enam tahun, anak usia sekolah dan remaja usia tujuh hingga 17 tahun, kelompok dewasa usia 18 hingga 59 tahun, hingga lanjut usia di atas 60 tahun.
Nelli Hartati menjelaskan, program PKG atau CKG merupakan bentuk nyata upaya pencegahan sekunder melalui skrining kesehatan yang sejalan dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). ILP sendiri menjadi salah satu pilar utama dalam Transformasi Kesehatan Indonesia yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, khususnya pada transformasi layanan primer yang menitikberatkan penguatan upaya promotif dan preventif.
Di tingkat Puskesmas, pelayanan ILP kini telah dibagi dalam lima klaster utama, yakni Klaster Manajemen, Klaster Ibu Anak dan Remaja, Klaster Dewasa dan Lansia, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular, serta lintas klaster yang mencakup pelayanan farmasi, laboratorium, dan gawat darurat. “Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk memfasilitasi tim CKG di lapangan agar sasaran pemeriksaan kesehatan di Kota Bengkulu bisa tercapai hingga 100 persen,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....