Dinkes Bengkulu Imbau Masyarakat Tidak Panik Hadapi Isu Hantavirus
- 20 Mei 2026 10:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Meningkatnya perbincangan mengenai hantavirus di tengah masyarakat mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik berlebihan dalam menyikapi informasi terkait virus yang ditularkan melalui tikus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman menegaskan bahwa hantavirus memang merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Namun tingkat penularannya tidak secepat penyakit menular lain seperti COVID-19.
Menurut Yasman, tikus menjadi salah satu hewan pembawa berbagai bakteri dan virus, termasuk hantavirus. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Waspada boleh, tetapi jangan panik, Hantavirus memang bisa menular, namun mekanisme penularannya berbeda dengan COVID-19. Penularannya bukan melalui udara, melainkan melalui kontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus yang mengenai makanan, peralatan makan, maupun benda di sekitar manusia,” ujarnya, saat menjadi narasumber dalam dialog RRI di Studio RRI Bengkulu, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menerangkan, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan seluruh jajaran kesehatan mulai dari dinas kesehatan kabupaten/kota hingga puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat sistem surveilans kesehatan.
Melalui sistem tersebut, petugas kesehatan melakukan pencatatan, pemantauan, dan pengawasan terhadap laporan kasus penyakit agar potensi penyebaran dapat dideteksi lebih awal. Sehingga jika ada indikasi ditengah masyarakat dapat segera ditangani dengan benar.
Selain itu, Dinkes juga terus melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga higiene dan sanitasi lingkungan. Yasman mengatakan, lingkungan yang kotor menjadi salah satu faktor utama meningkatnya populasi tikus.
“Pengelolaan sampah yang tidak baik, sisa makanan yang berserakan, dan lingkungan yang tidak bersih dapat memancing tikus datang. Jika tikus tersebut membawa hantavirus dan mencemari makanan atau alat makan, maka ini berisiko bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan rumah, menutup makanan dengan baik, serta rutin membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat sangat penting agar masyarakat memahami cara penularan, gejala, hingga langkah pencegahan hantavirus dengan benar sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
“Budaya hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan. Prinsipnya sama seperti pencegahan penyakit menular lainnya, yakni menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” tutur Yasman.
Dinkes Provinsi Bengkulu juga memastikan akan terus memantau perkembangan kasus penyakit menular dan melakukan penanganan cepat apabila ditemukan laporan yang mengarah pada dugaan hantavirus. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tertentu dan memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....