BPOM Bengkulu Perkuat Program Keamanan Pangan Sekolah di Bengkulu Tengah

  • 20 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu memperkuat pengawasan keamanan pangan di lingkungan sekolah melalui pembentukan kader keamanan pangan sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan untuk mendukung pengawasan jajanan anak sekolah ini dilakukan melalui bimbingan teknis (Bimtek) kader Keamanan Pangan Sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu 20 Mei 2026.

Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan, melalui Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BPOM Bengkulu, Alex Junico Ginting, mengatakan program keamanan pangan sekolah menjadi bagian dari program nasional yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan akan terus dilanjutkan hingga 2029. “Keamanan pangan di sekolah masuk dalam program keamanan pangan nasional. Karenanya program ini sangat penting sebagai upaya mendukung terciptanya generasi emas,” ujar Alex saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, pengawasan keamanan pangan di sekolah penting dilakukan karena masih terdapat sekolah yang menyediakan kantin dan pangan olahan bagi siswa. Karena itu, sekolah dinilai perlu memiliki kebijakan serta tim khusus yang memahami pengawasan pangan aman dan sehat.

Dalam kegiatan tersebut, BPOM memberikan pembekalan kepada guru dari enam sekolah di Bengkulu Tengah, yakni SD Negeri 27 Benteng, SD Negeri 02 Benteng, SD Negeri 68 Benteng, SD Negeri 40 Benteng, SD Negeri 80 Benteng, dan SMP Negeri 11 Benteng. Para peserta mendapatkan materi terkait keamanan pangan, pembentukan tim keamanan pangan sekolah, serta tugas kader dalam mengawasi pangan di lingkungan sekolah.

Alex menyebut, tujuan kegiatan itu untuk mencetak kader keamanan pangan sekolah sekaligus meningkatkan pemahaman komunitas sekolah dalam melindungi siswa dari pangan berbahaya. Keberhasilan program ini selanjutnya sangat bergantung pada komitmen kepala sekolah dan dukungan guru sebagai kader keamanan pangan.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut juga menjadi bagian dari langkah BPOM Bengkulu memastikan pelaksanaan program MBG di sekolah berjalan aman, sehat, dan memenuhi standar keamanan pangan bagi siswa. “Dengan adanya kader keamanan pangan sekolah diharapkan sekolah mampu mandiri dalam melindungi diri dari pangan yang berisiko dan mendukung program keamanan pangan nasional,” katanya.

Salah seorang peserta, guru SD Negeri 40 Benteng, Puspa Nesentia, mengaku senang mengikuti bimbingan teknis tersebut karena memberikan tambahan pengetahuan terkait pengawasan pangan di sekolah. Menurutnya, ilmu yang diperoleh nantinya juga akan dibagikan kepada guru lain di sekolah.

“Kalau pertemuan seperti ini berarti dapat pengetahuan lagi, dapat pelajaran baru lagi. Nanti akan kami sampaikan juga ke teman-teman yang lain, agar pengawasan pangan dan jajanan anak sekolah berjalan optimal,” ujar Puspa.

Ia juga menyatakan siap jika ditunjuk menjadi ketua tim kader keamanan pangan di sekolahnya. Menurutnya, pengawasan kantin dan jajanan siswa selama ini terus dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.

Puspa menjelaskan, sekolah juga saat ini telah menerapkan aturan agar siswa membawa tempat minum atau wadah sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mencegah pencemaran lingkungan sekolah. Selain itu, jajanan di kantin juga terus diawasi agar aman dari cemaran fisik maupn kimia aman dikonsumsi siswa.

“Sekarang anak-anak kami suruh membawa tempat sendiri supaya tidak tercemar plastik dan sekolah tetap bersih. Jajanan kantin juga terus kami awasi,” tutur Puspa.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut menjadi bagian dari langkah BPOM Bengkulu memastikan pelaksanaan program MBG di sekolah berjalan aman, sehat, dan memenuhi standar keamanan pangan bagi siswa. Di akhir bimtek para peserta diberikan perlengkapan paket keamanan pangan seperti celemek, penjepit pangan, banner edukasi, poster keamanan pangan agar dapat diimplementasikan di sekolahnya masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....