Jemaah Haji Muda Warnai Musim Haji 2026
- 19 Mei 2026 10:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Musim haji tahun 2026 menghadirkan warna baru dalam perjalanan spiritual umat Muslim Indonesia, di tengah lautan pakaian ihram putih yang memenuhi Tanah Suci, tampak wajah-wajah muda turut hadir dalam rombongan jemaah. Mereka berasal dari kalangan muda yang kini mulai terlihat menunaikan ibadah haji.
Fenomena ini menjadi salah satu keunikan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, jika sebelumnya ibadah haji identik dengan jemaah lanjut usia, kini suasana berbeda terlihat di berbagai kelompok terbang. Anak-anak muda tampak aktif mendampingi jemaah lansia, membantu penggunaan teknologi digital, hingga membagikan pengalaman spiritual mereka melalui media sosial.
Sebagian besar jemaah muda berangkat menggantikan orang tua yang telah wafat ataupun melanjutkan pendaftaran haji keluarga yang sudah menunggu antrean bertahun-tahun. Kesempatan berhaji bukan lagi sekadar perjalanan pribadi, tetapi menjadi bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua.
Kepala Bidang Bina dan Pelayanan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Abd Qohar menjelaskan, fenomena pelimpahan porsi haji kepada anggota keluarga muda terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ia menambahkan, di Provinsi Bengkulu sendiri terdapat jemaah haji termuda yang masih berusia 17 tahun, hampir setiap kelompok terbang atau kloter terdapat perwakilan dari kalangan muda.
“Semakin tahun fenomena ini semakin naik karena adanya pelimpahan, antrean yang panjang membuat pelimpahan semakin banyak terjadi. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji juga semakin tinggi karena haji merupakan rukun Islam,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Abd Qohar, meningkatnya jumlah jemaah muda juga dipengaruhi semakin terbukanya akses informasi dan pemahaman keagamaan di kalangan generasi muda. Mereka dinilai lebih siap secara mental, fisik, maupun teknologi dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kemampuan adaptasi yang cepat membuat jemaah muda lebih mudah mengikuti sistem digital yang diterapkan pemerintah Arab Saudi maupun Indonesia. Mulai dari penggunaan aplikasi layanan haji, navigasi lokasi, hingga akses informasi kesehatan dan transportasi dapat dilakukan melalui telepon genggam.
Di sisi lain, kehadiran generasi muda membawa energi baru dalam pelaksanaan ibadah haji. Mereka kerap menjadi motor penggerak dalam rombongan, membantu jemaah lanjut usia, sekaligus menjadi penghubung komunikasi dengan petugas haji.
Meski demikian, para pembimbing ibadah tetap mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan modern atau tren spiritual sesaat. Kesabaran, keikhlasan, dan kesiapan fisik tetap menjadi hal utama yang harus dijaga seluruh jemaah, termasuk kalangan muda.
Musim haji 2026 pun menjadi bukti bahwa semangat beribadah lintas generasi terus hidup. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi, panggilan menuju Baitullah tetap mampu mengetuk hati anak-anak muda Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima, termasuk di Bengkulu.
Kuota haji Indonesia tahun 2026 sendiri ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Jumlah tersebut terbagi dalam dua kategori utama, yakni haji reguler sebanyak 203.320 jemaah atau sekitar 92 persen, serta haji khusus sebanyak 17.680 jemaah atau sekitar 8 persen, dari jumlah itu, ribuan di antaranya berasal dari kalangan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....