Menjaga Dapur Rakyat, BULOG Bengkulu Kawal Minyakita Tetap Terjangkau
- 18 Mei 2026 09:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu —Jumat pagi itu. Di tengah ramainya aktivitas pedagang dan pembeli, satu barang kebutuhan pokok tampak paling sering dicari masyarakat, minyak goreng Minyakita. Produk minyak goreng kemasan sederhana itu kini menjadi andalan banyak keluarga karena harganya yang relatif stabil dan terjangkau.
Bagi masyarakat kecil, minyak goreng bukan sekadar pelengkap kebutuhan dapur. Komoditas ini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ketika harga minyak naik, pengaruhnya langsung terasa di meja makan keluarga, usaha gorengan pinggir jalan, rumah makan kecil, hingga pedagang jajanan tradisional. Karena itu, kepastian ketersediaan minyak goreng murah menjadi perhatian besar pemerintah.
Kesadaran itulah yang mendorong Perum BULOG Kantor Wilayah Bengkulu turun langsung ke pasar tradisional untuk memastikan stok dan distribusi Minyakita tetap aman. Dipimpin langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Bengkulu, Dody Syahrial, S.E., QIA., monitoring dilakukan di Pasar Panorama dan Pasar Minggu Kota Bengkulu bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan pangan tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja kantor. Pemerintah perlu hadir langsung di tengah masyarakat untuk melihat kondisi nyata di lapangan. Dari lorong pasar yang padat hingga kios-kios sembako sederhana, BULOG memastikan bahwa Minyakita tersedia dan dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami memastikan bahwa Minyakita tersedia dan dijual dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Saat ini harga terpantau sesuai HET di angka Rp15.700 per liter,” kata Dody Syahrial saat berbincang dengan pedagang dan masyarakat di pasar.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, kabar tersebut tentu menjadi kelegaan bagi masyarakat. Sebab, beberapa tahun terakhir minyak goreng sempat menjadi salah satu komoditas paling rentan mengalami gejolak harga. Ketika stok terganggu atau distribusi tersendat, masyarakat kecil menjadi pihak pertama yang paling merasakan dampaknya.
Kini, kondisi mulai berangsur stabil. Namun, tantangan baru muncul seiring meningkatnya permintaan terhadap Minyakita. Banyak masyarakat mulai beralih dari minyak goreng curah ke minyak kemasan sederhana karena dinilai lebih higienis, praktis, dan tetap ekonomis.
Fenomena itu terlihat jelas di pasar tradisional Bengkulu. Para pedagang mengaku penjualan Minyakita meningkat dibanding sebelumnya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, stok cepat habis karena tingginya minat pembeli. Situasi tersebut membuat BULOG bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.
Dody menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan kuota pasokan Minyakita agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan untuk mencegah kelangkaan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Kami melihat adanya peningkatan permintaan masyarakat terhadap Minyakita. Karena itu kami sudah mengambil langkah antisipatif dengan mengusulkan tambahan pasokan agar distribusi tetap lancar,” ujarnya.
Bukan hanya memastikan stok minyak goreng aman, BULOG Bengkulu juga terus menjalankan perannya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat secara lebih luas. Salah satunya melalui penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng yang dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.
Distribusi bantuan tersebut menjangkau berbagai daerah, mulai dari Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, hingga Pulau Enggano yang merupakan wilayah terluar Provinsi Bengkulu. Penyaluran ke daerah terpencil seperti Enggano bukan perkara mudah. Jarak yang jauh dan kondisi transportasi yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi logistik pangan.
Namun bagi BULOG, wilayah terluar tetap menjadi prioritas. Sebab ketahanan pangan tidak boleh hanya dirasakan masyarakat perkotaan, tetapi juga harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga daerah paling jauh sekalipun.
Di Enggano, bantuan pangan menjadi sangat berarti. Harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan sering kali lebih mahal akibat biaya distribusi yang tinggi. Karena itu, kehadiran pemerintah melalui bantuan pangan menjadi penyangga penting bagi kehidupan masyarakat setempat.
Selain fokus pada distribusi daerah, BULOG juga membawa kabar baik terkait kondisi pangan nasional. Saat ini stok beras nasional disebut mencapai sekitar 4,7 juta ton. Jumlah tersebut diperkuat dengan proses serapan gabah petani yang masih terus berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi.
Kondisi itu membuat pemerintah optimistis ketersediaan pangan nasional tetap aman dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan perubahan global. Stabilitas stok pangan menjadi hal krusial, terutama ketika dunia masih menghadapi ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi internasional.
Di Bengkulu, peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat membuat pengawasan pangan menjadi semakin penting. Pasar bukan hanya tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang bertemunya harapan masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok yang stabil.
Bagi seorang ibu rumah tangga, stabilnya harga minyak goreng berarti dapur tetap bisa mengepul. Bagi pedagang gorengan, harga minyak yang terkendali berarti usaha mereka masih dapat bertahan. Sementara bagi masyarakat kecil, ketersediaan pangan murah adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kegiatan monitoring yang dilakukan BULOG Bengkulu memiliki makna lebih besar daripada sekadar pengecekan stok barang. Di balik aktivitas itu, ada upaya menjaga ketenangan masyarakat agar tidak dihantui kekhawatiran terhadap kelangkaan pangan.
Dody menegaskan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala. BULOG bersama pemerintah daerah akan terus memantau kondisi pasar demi memastikan distribusi pangan berjalan baik dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“BULOG bersama pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pangan, termasuk beras dan Minyakita, tersedia dengan baik,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....