BPS: Surplus Perdagangan Bengkulu diawal Tahun 2026 Menurun Signifikan
- 17 Mei 2026 12:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu IWin Rizal menyampaikan perkembangan neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada periode Januari-Maret 2026 menunjukkan tekanan yang terbilang cukup berat. Meskipun masih bertahan di zona hijau dengan surplus sebesar 7,53 juta dolar.
Perolehan ini dinilai merosot tajam jika disandingkan dengan catatan surplus di periode yang sama tahun lalu yang mampu menyentuh angka 42,50 juta dolar. Win Rizal menyebutkan, penyusutan surplus yang signifikan ini merupakan imbas dari melambatnya arus ekspor pada sejumlah komoditas primadona daerah.
Berdasarkan data terbaru, total nilai pengiriman barang ke luar negeri pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,74 juta dolar. Meski angka ini menunjukkan perbaikan sebesar 34,88 persen dibandingkan bulan Februari, namun secara tahunan performanya terjun bebas hingga 59,19 persen.
Dikatakannya, terdapat kontraksi yang cukup dalam membandingkan capaian Maret tahun ini dengan Maret 2025. Salah satu faktor penyebabnya adalah pelemahan permintaan atau penurunan nilai pada komoditas utama.
Dari sisi sektoral, industri pengolahan serta pertambangan sebenarnya mengalami pertumbuhan bulanan masing-masing sebesar 15,30 persen dan 35,52 persen. Namun, tren positif terhambat oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang justru terkoreksi sedalam 68,53 persen.
Bahkan, ekspor olahan tepung terhenti sepenuhnya, sementara sektor binatang hidup serta karet masing-masing amblas di atas 90 persen. Ditengah lesunya beberapa sektor, golongan barang seperti garam, belerang, batu, dan semen muncul sebagai pembeda dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 225,10 persen.
Selain itu, pada bulan Maret ini, Bengkulu juga tercatat sama sekali tidak melakukan aktivitas impor dari luar negeri. Terkait destinasi perdagangan, Pakistan masih menjadi tumpuan utama dengan menyerap 73,55 persen dari total ekspor Bengkulu atau senilai 5,54 juta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....