Penataan Pantai Panjang, Dorong UMKM dan Percantik Destinasi Wisata

  • 13 Mei 2026 14:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu terus mengintensifkan penataan kawasan wisata Pantai Panjang, dengan melakukan pembersihan di beberapa lokasi. Penataan ini dilakukan sebagai upaya mempercantik wajah destinasi unggulan daerah sekaligus memperkuat geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan pesisir tersebut.

Ketua Tim Penataan Pantai Panjang Sehmi Alnur, mengatakan program penataan ini difokuskan pada pembenahan kawasan pedagang agar lebih tertata, nyaman, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik. Menurut Sehmi, selama ini kawasan tersebut dipenuhi pondok-pondok pedagang yang berdiri tanpa pola penataan yang jelas.

“Pemerintah pun kini mulai melakukan pembenahan dengan menggandeng sejumlah pihak melalui program CSR. Nah, di sini pantai ini kan selama ini full pondok-pondok, sekarang kita penataan, kita bawa CSR untuk membangun gazebo,” ujar Sehmi, Rabu 13 Mei 2026.

Dalam prosesnya, Pemkot Bengkulu menggandeng sejumlah lembaga dan instansi, di antaranya Bank Indonesia (BI), Bank Bengkulu, serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu. Kolaborasi tersebut dilakukan guna menghadirkan fasilitas gazebo dan sarana pendukung lainnya tanpa membebani anggaran pemerintah daerah secara penuh.

Sehmi mengungkapkan, Bank Bengkulu bahkan telah melakukan survei lapangan untuk mempercepat proses pembangunan fisik di kawasan tersebut. Ia berharap dengan penataan bersama dengan berbagai elemen Pantai Panjang menjadi destiasi wisata unggulan yang membanggakan.

“Nah, itu sudah mulai tadi dari Bank Bengkulu sudah survei, kemudian untuk mulai bekerja dalam waktu yang relatif singkat. Pembangunan ini, kita tidak membangun, tetapi dari CSR itu kita dapat bangunan,” katanya.

Selain mempercantik kawasan wisata, penataan juga memperhatikan aspek keselamatan dan tata ruang. Pemerintah menerapkan pengaturan area di sisi jogging track dengan mempertimbangkan kondisi kontur tanah yang tidak sepenuhnya datar dan rawan longsor.

“Gazebo itu di pinggir jogging track, jogging track itu spacenya 5 meter untuk jalan, 5 meter lagi untuk gazebo. Tetapi tanah itu kan tidak seluruhnya datar, ada yang miring, kalau kita datarkan tanah yang di samping jogging track itu yang miring, bisa rontok. Maka dia ada space sampai 12 meter,” kata Sehmi.

Meski dilakukan penataan, para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut dipastikan tetap dapat menjalankan usahanya. Pemerintah hanya mengatur posisi dapur atau tempat memasak agar lebih rapi dan higienis.

Pemerintah juga menyediakan slot lapak berukuran 5 x 10 meter bagi para pedagang. Sistem pembangunan lapak nantinya dilakukan secara swadaya oleh pedagang, namun desain dan bentuk bangunan tetap harus mengikuti standar arsitektur yang telah ditetapkan pemerintah daerah agar kawasan wisata terlihat seragam dan tertib.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....