Persatuan Umat Buddha Indonesia Provinsi Gelar Tabur Bunga TMPN
- 11 Mei 2026 15:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Bengkulu menggelar upacara penghormatan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Balai Buntar, Kota Bengkulu, Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme umat Buddha di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Vesakha Sananda di Bumi Merah Putih, yang tahun ini mengusung semangat kebangsaan, persatuan, dan penguatan loyalitas umat Buddha terhadap bangsa dan negara. Selain sebagai agenda rutin menjelang Waisak, kegiatan tabur bunga juga menjadi momentum refleksi spiritual untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si.,Upacara diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu yang didampingi Pembimas Buddha Warlan, S.E., M.Pd., Ketua Permabudhi Provinsi Bengkulu Tuti Khusnedi, beserta jajaran pengurus dan peserta kegiatan.
Suasana haru dan penuh penghormatan tampak ketika seluruh peserta mengikuti prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Dengan penuh khidmat, satu per satu peserta menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan, rasa syukur, dan penghargaan atas jasa para pejuang bangsa.
Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, menegaskan bahwa kegiatan tabur bunga tidak hanya bersifat seremonial. Tetapi juga menjadi pengingat penting bagi umat Buddha agar terus menjaga komitmen kebangsaan serta berperan aktif membantu pemerintah dalam pelayanan umat dan menjaga harmoni sosial.
Menurutnya, umat Buddha memiliki posisi strategis dalam merawat persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai-nilai pengabdian dan perjuangan para pahlawan, harus diwujudkan dalam sikap disiplin, profesional, serta loyal terhadap bangsa dan negara.
“Umat Buddha juga memiliki peran strategis dalam merawat persatuan dan kerukunan bangsa. Nilai pengabdian para pahlawan harus tercermin dalam sikap profesional, disiplin, dan loyalitas, khususnya umat Buddha terhadap negara dan generasi penerus bangsa,” ujar Saefudin.
Ia juga mengajak seluruh umat Buddha menjadikan momentum Hari Raya Waisak sebagai sarana memperkuat toleransi, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Waisak diharapkan menjadi sumber kekuatan spiritual, membawa ketenangan, dan memantapkan semangat persaudaraan.
Momentum ini harus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman,” katanya. Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Warlan, S.E., M.Pd., didampingi Ketua Permabudhi Provinsi Bengkulu, Tuti Khusnedi, menyampaikan bahwa kegiatan tabur bunga di TMPN Balai Buntar merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap menjelang Hari Raya Waisak.
Ia juga menjelaskan, selain upacara penghormatan dan tabur bunga, rangkaian kegiatan Waisak tahun ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti bakti sosial,donor darah, serta kegiatan pelayanan masyarakat lainnya. Menurut Warlan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha yang menekankan pentingnya kebijaksanaan, cinta kasih, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....