Nelayan Malabero Blokir Jalan Protes Penangkapan Solar untuk Melaut
- 08 Mei 2026 14:54 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Ratusan nelayan tradisional di kawasan Pantai Malabero, Kota Bengkulu, menggelar aksi pemblokiran jalan kawasan wisata Pantai Malabero, Jumat 8 Mei 2026. Aksi tersebut dipicu penangkapan distribusi BBM solar yang selama ini digunakan nelayan untuk kebutuhan melaut.
Selain melakukan aksi di kawasan Malabero, perwakilan nelayan juga mendatangi Polda Bengkulu untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Nelayan meminta agar distribusi solar untuk kebutuhan melaut tetap berjalan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir tidak lumpuh.
Para nelayan menegaskan persoalan utama bukan pada harga solar, melainkan keberlangsungan pasokan BBM yang menjadi penopang aktivitas melaut sehari-hari. Mereka menyebut kebutuhan solar nelayan di kawasan tersebut mencapai hampir 1 ton atau sekitar 1.000 liter per hari.
Robert, salah satu nelayan Malabero, mengatakan selama ini nelayan tidak pernah mempermasalahkan harga solar Rp8.000 per liter. Menurutnya, selisih harga dari BBM subsidi digunakan untuk biaya distribusi dan angkut.
“Yang dipermasalahkan itu soal harga minyak. Padahal kami nelayan di sini tidak pernah komplain harga Rp8.000 per liter, sebab selisih dari harga subsidi itu dipakai untuk biaya transportasi,” ujarnya.
Robert menjelaskan nelayan kecil kesulitan membeli solar langsung ke SPBU karena terkendala antrean dan sistem pembayaran tunai. Selama ini, nelayan bergantung pada pengecer yang memberikan kelonggaran pembayaran setelah mereka pulang melaut.
“Kalau kami beli langsung ke SPBU kemungkinan tidak bisa. Kami biasa ambil dulu sore hari, besok pagi setelah pulang melaut baru dibayar ke warung,” tuturnya.
Ia menegaskan, jika distribusi solar terhenti maka aktivitas nelayan tradisional dipastikan lumpuh. Menurutnya, nelayan kecil tidak memiliki modal besar seperti kapal-kapal modern.
“Kalau tidak dibebaskan, kami mau melaut pakai apa? Tidak mungkin hidupkan mesin pakai liur. Kami ini nelayan tradisional, bukan nelayan modern yang punya modal besar,” katanya.
Nelayan juga mengaku khawatir akan ada penindakan lanjutan karena sebagian besar armada di kawasan itu menggunakan pola distribusi yang sama. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 80 hingga 100 nelayan yang memiliki armada melaut.
Sebelumnya, aparat mengamankan satu unit mobil pick up Daihatsu Gran Max yang membawa 40 jerigen berisi sekitar 1.400 liter BBM Bio Solar subsidi. Kendaraan tersebut diamankan saat melintas di Jalan Lintas Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kamis 7 Mei 2026.

Polda Bengkulu kemudian menerima audiensi perwakilan nelayan Malabero di Ruangan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu. Pertemuan berlangsung terbuka dan kondusif dengan dihadiri pihak kepolisian, ketua kelompok nelayan, ketua adat nelayan Malabero, serta pemilik SPBUN Pondok Besi.
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu Kompol Mirza Gunawan, S.I.K., M.H., menjelaskan penindakan dilakukan sebagai bentuk pengawasan distribusi BBM subsidi. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar penyaluran BBM tetap tepat sasaran dan sesuai aturan.
“Aspirasi masyarakat telah kami terima dan akan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Dari hasil pendalaman polisi, BBM tersebut diketahui tetap diperuntukkan bagi nelayan yang berhak menerima subsidi. Polisi juga menyebut tidak ditemukan adanya pengalihan sasaran subsidi yang merugikan masyarakat.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K., mengatakan pihaknya memahami kebutuhan nelayan terhadap ketersediaan BBM subsidi. Polda Bengkulu juga berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif di tengah keresahan masyarakat pesisir.
“Penanganan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar distribusi subsidi tetap berjalan sesuai ketentuan. Dari hasil pendalaman, penyaluran BBM kepada nelayan yang berhak tetap berlangsung dan tidak ditemukan indikasi penyimpangan,” ujar Ichsan Nur.
Polda Bengkulu juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum lengkap. Pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus dilakukan agar penyalurannya tepat sasaran bagi nelayan dan petani yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....