Unib Raih Medali Perunggu pada Halal Metric Award 2026
- 08 Mei 2026 09:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Universitas Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Medali Bronze pada ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Algoritman Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya pada Selasa, 5 Mei 2026, dan diikuti perguruan tinggi, lembaga pemerintah, serta sektor industri dari seluruh Indonesia.
Penghargaan yang diraih Unib berada pada kategori perguruan tinggi bidang kebijakan atau policy. Capaian ini menjadi bukti komitmen Unib dalam mendukung penguatan industri halal nasional secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unib, Yulian Fauzi, mengatakan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Orchestrating the Halal Ecosystem: Bridging Research, Infrastructure, and Policy.” Tema tersebut menekankan pentingnya sinergi antara riset, kebijakan, dan dukungan infrastruktur dalam membangun ekosistem halal yang kuat dan berdaya saing.
Menurut Yulian Fauzi, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika Unib dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan. Ia menyebut capaian itu menjadi motivasi bagi Unib untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pengembangan industri halal di Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa Unib akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan kalangan akademisi guna mempercepat terwujudnya ekosistem halal yang inklusif. Dengan capaian tersebut, Unib semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung penguatan industri halal berbasis akademik di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Humas Unib, penyelenggaraan UB Halal Metric Award 2026 memberikan total 261 penghargaan kepada institusi dari sektor perguruan tinggi, pemerintahan, dan industri. Penilaian dilakukan terhadap institusi yang dinilai berhasil membangun ekosistem halal secara komprehensif dan berkelanjutan.
Penilaian dalam ajang tersebut dilakukan berdasarkan lima indikator utama, yakni kebijakan, edukasi, inovasi, infrastruktur, dan ekosistem halal. Melalui indikator tersebut, institusi dinilai tidak hanya dari sisi produk atau layanan halal, tetapi juga kesiapan sistem dan tata kelola yang mendukung implementasi prinsip halal secara menyeluruh.
Ketua Pelaksana kegiatan, Jhauharotul Muchlisyiyah, mengungkapkan bahwa jumlah institusi peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan tahun 2026, jumlah institusi yang dinilai mencapai sekitar 300 institusi dari seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa UB Halal Metric memiliki pendekatan berbeda dibandingkan sertifikasi halal pada umumnya. Jika sertifikasi halal berfokus pada status halal suatu produk, UB Halal Metric menilai kesiapan dan komitmen institusi dalam membangun ekosistem halal secara menyeluruh.
Menurutnya, penilaian dilakukan dengan melihat bagaimana kebijakan dirumuskan, inovasi didorong, serta edukasi halal diintegrasikan ke dalam sistem institusi. Selain itu, kesiapan infrastruktur fisik maupun nonfisik juga menjadi bagian penting dalam mendukung rantai nilai halal.
Jhauharotul menambahkan bahwa pendekatan berbasis ekosistem tersebut memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat. Ketika sebuah institusi telah memiliki sistem yang terjamin sesuai prinsip halal dan thayyib, masyarakat tidak perlu lagi mempertanyakan produk atau layanan yang diterima.
Untuk mekanisme penilaian, pihak penyelenggara menerapkan dua pendekatan, yakni self-reporting oleh institusi peserta dan penilaian langsung oleh tim penilai menggunakan rubrik akademis yang terukur. Selain penganugerahan penghargaan, kegiatan juga dirangkai dengan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari pemerintah dan industri halal Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....