Pemkot Bengkulu Fokus Kembalikan Anak Jalanan ke Sekolah
- 08 Mei 2026 07:35 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial terus memperkuat penanganan terhadap anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (gepeng) dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada pembinaan dan pendidikan. Salah satu langkah utama yang kini dijalankan adalah mengarahkan anak-anak usia sekolah untuk kembali mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, mengatakan penanganan anak jalanan tidak lagi hanya sebatas penertiban di lapangan. Tetapi juga memastikan mereka memiliki kesempatan memperbaiki masa depan melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Menurutnya, anak-anak yang masih berada pada usia sekolah akan diarahkan mengikuti Sekolah Rakyat, masuk ke sekolah negeri, hingga mengikuti program kesetaraan seperti Paket C bagi yang sempat putus sekolah. “Anak-anak yang terjaring dan masih usia sekolah akan kita arahkan ke Sekolah Rakyat, sekolah negeri, hingga program Paket C,” ujar Afriyenita, Jumat 8 Mei 2026.
Untuk mendukung program tersebut, Dinsos secara rutin melakukan penyisiran di sejumlah titik di Kota Bengkulu guna mendata anak-anak yang masih beraktivitas di jalanan. Data hasil pendataan kemudian diusulkan agar mereka dapat mengikuti program pendidikan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka putus sekolah sekaligus mencegah anak-anak terus hidup dan bekerja di jalan. Pemerintah berharap pembinaan yang diberikan dapat membentuk keterampilan dan kemandirian sehingga mereka memiliki peluang hidup yang lebih baik di masa mendatang.
Sementara itu, bagi gelandangan dan pengemis yang sudah melewati usia sekolah, Dinsos akan melakukan verifikasi data untuk memastikan apakah mereka telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah. Pendataan tersebut juga menjadi bagian dari upaya penanganan sosial yang lebih tepat sasaran.
Dinsos turut mengajak masyarakat mendukung program pembinaan tersebut dengan tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis atau anak jalanan di persimpangan maupun ruang publik lainnya. Menurut Afriyenita, pemberian uang di jalan justru dapat memicu ketergantungan dan membuat mereka tetap bertahan di jalanan.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi atau program pemerintah agar bantuan dapat dikelola lebih efektif dan menyentuh kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Melalui integrasi program pendidikan dan pembinaan sosial ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap anak-anak jalanan dapat kembali memperoleh hak pendidikan serta memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih layak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....