Remaja Diduga Terlibat Geng Motor Dapatkan Peringatan dan Binaan Polres
- 07 Mei 2026 09:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Video sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam geng sempat membuat warga Curup, Kabupaten Rejang Lebong, resah setelah rekamannya viral di media sosial. Dalam video itu, para remaja terlihat berkumpul di sejumlah titik sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Keresahan warga langsung mendapat perhatian dari aparat kepolisian yang bergerak cepat melakukan penelusuran. Tim dari Satuan Intelkam Polres Rejang Lebong kemudian mendata para remaja yang diduga terlibat dalam kelompok tersebut.
Dari hasil pendataan, polisi berhasil mengidentifikasi 14 remaja yang berasal dari wilayah berbeda di Curup. Delapan di antaranya masih berstatus pelajar SMP, sementara enam lainnya diketahui sudah tidak lagi melanjutkan pendidikan.
Aktivitas mereka sebelumnya ramai diperbincangkan warga karena dianggap berpotensi berkembang menjadi aksi yang meresahkan. Polisi pun memilih langkah persuasif agar para remaja tidak semakin terjerumus ke dalam perilaku negatif.
Satu per satu remaja itu kemudian dikumpulkan di Aula Wicaksana Laghawa Polres Rejang Lebong untuk mendapatkan pembinaan. Suasana yang awalnya tegang perlahan berubah hangat ketika para remaja mulai mendengarkan arahan dari aparat kepolisian.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Florentus Situngkir, didampingi Kasat Intelkam AKP Singgih Wirasto, memimpin langsung kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi bentuk keseriusan polisi dalam mencegah munculnya geng remaja yang berpotensi mengarah pada tindak kriminal.
Tidak hanya para remaja, orang tua dan pihak sekolah juga turut dihadirkan dalam pembinaan itu. Polisi ingin memastikan pengawasan terhadap perilaku anak dilakukan secara berkelanjutan, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah awal untuk mencegah tawuran dan kekerasan jalanan. Ia menilai pendekatan humanis lebih penting dilakukan sebelum para remaja terlanjur masuk ke dalam pergaulan yang salah.
“Kami tidak ingin aktivitas seperti ini berlanjut dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pembinaan ini adalah langkah awal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kapolres di hadapan para remaja dan orang tua mereka.
Setelah kegiatan selesai, seluruh remaja tersebut diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing dan pihak sekolah. Polisi berharap peran orang tua dapat menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak agar tidak kembali terlibat dalam aktivitas serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....