Kasus Campak di Kota Bengkulu Meningkat, Dinkes Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi
- 06 Mei 2026 14:59 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melaporkan adanya peningkatan kasus campak di Kota Begkulu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 16 kasus ditemukan, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menyatakan bahwa tren kenaikan ini menjadi perhatian serius pemerintah kota. Ia mengungkapkan, salah satu faktor utama meningkatnya kasus campak adalah masih rendahnya kesadaran sebagian orang tua dalam memberikan imunisasi rutin dan lengkap kepada anak.
“Kami sangat mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk segera membawa anak-anaknya melakukan imunisasi. Kasus campak meningkat salah satunya dipicu oleh rendahnya cakupan imunisasi, sehingga anak-anak menjadi rentan tertular virus,” ujar Nelli, Rabu 6 Mei 2026.
Selain mendorong peningkatan cakupan imunisasi, Dinkes juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Hal ini dinilai sanggat penting guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
Sejumlah langkah antisipasi turut disarankan, di antaranya memastikan anak mendapatkan vaksin campak atau MR sesuai jadwal, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Serta memberikan asupan nutrisi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari kontak langsung dengan penderita yang menunjukkan gejala campak seperti demam, batuk, dan munculnya ruam merah pada kulit. Dinkes berharap melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para orang tua, angka penyebaran campak di Kota Bengkulu dapat segera ditekan demi melindungi kesehatan generasi muda.
"Dinkes tidak bisa bekerja sendiri dalam hal ini. Peran masyarakat juga sanggat penting, kami selalu melakukan sosilasilasi dan ajakan, oleh karenya masyarakat teruatam orang tua harus mau anaknya di imuniasi," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....