Koalisi Ungkap Aktor Utama Perambah Bentang Seblat

  • 01 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Koalisi Selamatkan Bentang Seblat menemukan sejumlah cukong besar yang mendalangi penghancuran hutan demi perkebunan kelapa sawit. Inisial nama pelaku seperti BS, WH, ZHR, dan RSD diduga kuat terlibat dalam perusakan habitat gajah di Bentang Alam Seblat (Bengkulu Utara - Mukomuko).

Inisial lain yang terindikasi ikut terseret adalah WR, AMH, serta MRZ yang beroperasi di wilayah administrasi Kabupaten Mukomuko. Terdapat pula nama SPN, RSM, RGR, YN, GRD, NRM, SNT, SRN, DRS, KHD, dan juga BMB.

Direktur Genesis Bengkulu, Egi Saputra, menyoroti operasi penertiban yang selama ini dinilai sangat tidak adil bagi petani. “Penertiban perambah cenderung simbolik dan tidak menyasar aktor utama perusakan hutan di Bentang Seblat,” ujar Egi Saputra.

Dibeberkannya, areal yang dikuasai para cukong ini tersebar di HPT Air Ipuh hingga HP Air Teramang yang rusak. Total luas kawasan hutan Bentang Seblat yang saat ini sudah babak belur mencapai angka 30.017 hektar lahan.

Kawasan tersebut merupakan habitat kunci satwa liar kharismatik yang seharusnya dilindungi secara ketat oleh hukum negara Indonesia. Namun, ribuan hektar sawit milik para cukong besar tersebut faktanya hingga sekarang masih tetap berdiri tegak.

"Penegakan hukum oleh Gakkum Kehutanan justru lebih banyak menyasar pelaku lapis bawah atau pekerja ladang di lapangan. Pola ini menunjukkan adanya deviasi fokus penanganan yang menghindari pusat krisis penyelamatan habitat inti Gajah Sumatera," katanya.

Dari hasil identifikasi mendalam sejak 2018 yang dilakukan pihaknya menemukan luas pembukaan hutan oleh cukong bervariasi dari puluhan hingga ratusan hektar. Mirisnya, aktivitas pemanenan sawit di dalam kawasan hutan tersebut dilaporkan masih terus berlanjut hingga Februari 2026.

"Ketidakadilan dalam penegakan hukum ini memicu tanda tanya besar bagi para petani kecil yang merasakan adanya diskriminasi," tuturnya. Pemerintah didesak segera menangkap pemodal besar yang menjadi akar persoalan utama kerusakan hutan di Provinsi Bengkulu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....