Kasus di Daycare Picu Kekhawatiran, Standar Keamanan Jadi Fokus Utama
- 30 Apr 2026 09:07 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Masyarakat kembali menyoroti pentingnya standar keamanan di tempat penitipan anak atau daycare menyusul munculnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Jogjakarta dan Provinsi Aceh . Daycare seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak selama orang tua bekerja.
Silvia Fajar selaku guru di SD Insan Kamil Kota Bengkulu mengatakan setiap daycare wajib menerapkan sistem keamanan yang ketat. seluruh area gedung harus terpantau CCTV, tidak memiliki sudut tajam yang berbahaya, serta stop kontak harus tertutup demi mencegah risiko kecelakaan.
Selain itu, daycare juga perlu memiliki batas jelas antara area bermain dan area luar agar anak tidak mudah keluar dari pengawasan. Ia menilai fasilitas pendukung seperti SOP kebakaran, perlengkapan P3K, serta buku tamu atau konfirmasi orang tua saat penjemputan menjadi hal yang sangat penting.
Menurut Silvia, risiko terbesar di daycare adalah minimnya pengawasan, terutama jika jumlah anak terlalu banyak dibandingkan jumlah pengasuh. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat perhatian terhadap anak menjadi terbatas dan meningkatkan potensi terjadinya insiden.
“Anak biasanya berada di daycare dari pagi sampai sore, jadi transparansi sangat dibutuhkan agar pengasuh dan orang tua dapat mengetahui perubahan anak baik di daycare maupun di rumah, jika terjadi masalah, orang tua harus mendokumentasikan kejadian, meminta rekaman CCTV, dan melapor ke pihak terkait bila tidak mendapat respons,” ujarnya, 30 April 2026.
Sementara itu, Reni Wirnarti selaku ibu rumah tangga mengaku sedih dan terpukul mendengar adanya berita penyiksaan anak di daycare. Menurutnya, tempat penitipan anak seharusnya menjadi ruang aman bagi anak, bukan justru menimbulkan trauma, ketakutan, serta rasa tidak percaya bagi para orang tua yang terpaksa menitipkan anak karena tuntutan pekerjaan.
“Tempat penitipan anak seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak, bukan justru menimbulkan trauma serta ketakutan. Kondisi ini juga membuat para orang tua kehilangan rasa percaya saat terpaksa menitipkan anak karena tuntutan pekerjaan,” ujar Reni.
Pengawasan terhadap operasional daycare dapat diperketat agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Dengan penerapan standar keamanan yang baik, daycare diharapkan mampu menjadi tempat terpercaya bagi orang tua sekaligus ruang tumbuh yang aman bagi anak-anak. (Elni)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....