Antisipasi Musim Kemarau, Petani Didorong  Percepat Tanam Padi

  • 30 Apr 2026 05:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bintuhan - Dinas pertanian kabupaten kaur terus berupaya melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi musim kemarau ekstrem atau disebut El Nino Godzila. Berdarkan informasi dari BMKG El Nino Godzila ini akan berlasung hingga bulan Agustus 2026 mendatang.

Kondisi ini akan berpengarus berlsar terhadap produktivitas pertanian. Mengingat El Nino Godzilla akan membuat ketrsedian air berkurang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Dodi Haryono mengatakan guna menjaga ketahanan pangan dan produktivitas pertanian sejumlah upaya telah disiapkan. Mulai dari percepatan masa tanam, penguatan pengelolaan air irigasi, penyaluran bantuan benih kepada kelompok tani, serta pengusulan mesim pompa air.

"Memang saat ini banyak petani yang takut menanam padi karena presiksi El Nino ini. Tapi kami terus berupaya untuk mengantisipastinya dan terus mendorong Petani utnuk tetap menanam padi," katanya.

Kepala Dinas Pertanian menyebut langkah mempercepat masa tanam padi dilakukan bukan tanpa alasan. Namun tentunya dengan memanfaatkan curah hujan yang memang masih terjadi di wilayah Kabupaten Kaur.

Sementara pengusulan mesin pompa air juga akan sangat membantu ketikan musim kemarau itu tiba khusunya bagi petani padi tadah hujan. Karena meski tidak ada aliran air irigasi, kebutuhan air dapat dipenuhi dengan mesin pompa air.

"Ya karena memang sekarang masih ada hujan ya jadi kami mengajak petani untuk mempercepat masa tanamnya. Nah jika nanti saat musim kemarau tiba sumber air bisa kita adakan dengan menggunakan mesin pompa air," ujarnya.

Maka dari itu para petani diimbau untuk segera membuat prospsal pengajuan mesin pompa air. Sehingga patani bisa mendaoatkan meain pompa air dengan cepat sebelum intensitas musim kemarau melonjak.

"Kami sangat berharap kepada petani untuk segera mengajukan permohonan bantuan mesin pompa air. Agar proses tanam ataupun penanganan sawahbyang kering dapat segera teratasi," ucapnya.

Langkah-langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian. Serta meminimalkan risiko gagal panen selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....