BPBD Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Kebencanaan
- 27 Apr 2026 20:55 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menegaskan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana terus diperkuat melalui latihan terpadu lintas sektor, bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional setiap 26 April.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang telah dilakukan adalah apel kesiapsiagaan penanggulangan gempa bumi dan tsunami bersama Mabes TNI, Korem 041/Garuda Emas, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, hingga instansi terkait lainnya. Kegiatan ini digelar di Pantai MD Land, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu pada 17–18 April 2026, sekaligus menguji rencana koordinasi dan kesiapan personel serta peralatan di lapangan.
“Hasil evaluasi dari Mabes TNI sangat baik. Latihan seperti ini perlu terus dilakukan agar kesiapsiagaan semakin matang,” ujar Khristian.
Ia menambahkan, latihan lanjutan akan kembali digelar pada Mei mendatang bersama Lanal, sebagai bagian dari penguatan simulasi lapangan. Namun demikian, ia mengakui bahwa ketersediaan logistik masih terbatas sehingga perlu dukungan berkelanjutan.
Selain kesiapan teknis, BPBD juga terus mendorong edukasi masyarakat. Sosialisasi dan simulasi kebencanaan tetap berjalan, termasuk kolaborasi dengan pihak swasta seperti Pertamina dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat di wilayah rawan gempa dan potensi tsunami.
Menurutnya, wilayah rawan gempa dan tsunami di Bengkulu mencakup enam kabupaten dan satu kota, sementara potensi banjir dan longsor tersebar di sejumlah daerah seperti Lebong, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Kaur.
Khristian mengimbau masyarakat untuk tidak panik saat terjadi bencana, segera melakukan evakuasi mandiri jika merasakan gempa atau melihat tanda bahaya seperti kenaikan air, serta aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan individu, seperti menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting dan obat-obatan, serta menjaga lingkungan melalui gotong royong membersihkan saluran air dan memangkas pohon berisiko tumbang.
“Kenali ancaman di sekitar tempat tinggal, siapkan diri, dan bertindak cepat saat kondisi darurat. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....