Bulog Bengkulu Utara Masih Terus Lakukan Penyerapan Gabah dan Jagung Petani

  • 27 Apr 2026 13:38 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Pada tahun 2026 Perum Bulog Kabupaten Bengkulu Utara terus melakukan serapan jagung dan gabah dari petani. Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden terkait penguatan ketahanan pangan nasional dan pencapaian swasembada beras.

Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara, Vantho Yudistira mengatakan berdasarkan data selama periode Januari hingga April 2026 serapan jagung baru mencapai 4,4 ton. Sedangkan serapan gabah tercatat sebesar 7,7 ton.

"Serapan gabah dan jagung masih terus kita lakukan ya. Untuk tahun 2026 ini serapan jagung sudah mencapai 4,4 ton dan serapan gabah 7,7 ton," katanya.

Jumlah ini kontras jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 lalu. Secara data pada tahun 2025 Bulog mampu menyerap hasil giling gabah sebanyak 78 ribu 600 kilogram dan jagung pakan sebesar 8 ribu 259 kilogram.

Perbedaan Signifikan ini menjadi catatan bagi Bulog. Mengingat peran bulog dalam menjaga stabilitas harga dan menyerap hasil panen petani.

"Untuk jumlah serapan itu hitungannya drai bulan Januari 2026 sampai bulan Apr 2026 ya. Kalau kita bandingkan dengan tahun 2025 sedikit berbeda," ucapnya.

Vantho Yudistira menjelaskan, secara teknis mekanisme penyerapan masih sama seperti tahun 2025. Untuk komoditas jagung harga ditetapkan sebesar Rp6.400 kilogram, dengan syarat kadar air maksimal 14% dan kandungan aflatoksin tidak melebihi 50 parts per billion.

Sementara untuk gabah, Bulog menetapkan harga pembelian Rp6.500 per kilogram. Dengan syarat tidak boleh basah dan harus bersih dari kotoran.

"Harga serapannya masih sama seoerti tahun lalu. Syarat dan ketentuan juga berlaku," ujarnya

Penerapan standar kualitas ini disebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi serapan. Terutama terkait kadar air dan kualitas hasil panen petani

Disisi lain, dinamika produksi dan distribusi hasil panen juga turut mempengaruhi laju masuknya komoditas ke gudang Bulog. Meski demikian Bulog menegaskan akan terus mengoptimalkan penyerapan, seiring masuknya musim panen berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....