Rakor LTT Bengkulu Selatan Tekankan Percepatan Tanam dan Sinkronisasi Data

  • 25 Apr 2026 08:19 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu Selatan – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu mengikuti rapat koordinasi pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT) dan bantuan benih di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis 23 April 2026. Rakor dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Pemprov Bengkulu, Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, penyuluh lapangan, hingga perwakilan penyedia benih.

Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Binagransyah, menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam mengawal program pangan di lapangan, termasuk validasi data melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) bersama Badan Pusat Statistik. “Perlu satu data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan agar tidak terjadi perbedaan dengan data pusat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyoroti percepatan tanam sebagai langkah antisipasi dampak El Nino yang diperkirakan mencapai puncak pada Juni–Juli 2026. Penyuluh diminta mendorong petani mempercepat tanam selama masih tersedia curah hujan optimalisasi irigasi, penggunaan pompa air, serta penanaman varietas tahan kekeringan menjadi strategi utama menjaga produksi.

Data sementara menunjukkan capaian LTT Bengkulu Selatan hingga 22 April 2026 baru mencapai sekitar 60 persen dari target bulanan. Untuk mengejar target, diperlukan tambahan realisasi tanam dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BRMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, menambahkan pentingnya sinkronisasi data tanam dan panen antara daerah dan pusat. Saat ini, Bengkulu Selatan masih belum optimal dalam pelaporan data panen ke sistem nasional. “Pelaporan harus satu pintu dan terintegrasi agar intervensi program bisa tepat sasaran,” katanya.

Dari sisi bantuan, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan, seperti benih padi reguler untuk 5.000 hektare, benih oplah 1.700 hektare, hingga bantuan irigasi dan alsintan. Sementara itu, perwakilan penyedia benih dari PT Destita menyampaikan kendala di lapangan, terutama ketidaksinkronan data CPCL dengan jadwal tanam, sehingga menyulitkan distribusi benih.

Rakor ditutup dengan diskusi dan penegasan langkah percepatan tanam, perbaikan data, serta optimalisasi bantuan agar target swasembada pangan di Bengkulu Selatan dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....