Penyaluran Pupuk Subsidi Bengkulu Baru 17 Persen, Organik Masih Minim Diminat

  • 24 Apr 2026 16:41 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu mencatat realisasi pupuk subsidi hingga Maret atau triwulan pertama 2026 mencapai 13.263 ton. Angka ini masih jauh dari total alokasi pupuk yang ditetapkan sebesar 75.894 ton untuk tahun ini.

Dua kabupaten yakni Bengkulu Selatan dan Kaur menjadi wilayah dengan penyaluran pupuk subsidi tertinggi. Tingginya serapan di daerah tersebut menunjukkan kebutuhan pupuk yang cukup besar di sektor pertanian.

Terdapat tiga jenis pupuk yang telah disalurkan pada triwulan pertama, yakni urea, NPK, dan organik. Untuk pupuk urea terealisasi sebanyak 4.741 ton atau 21,31 persen dari total alokasi 22.448 ton.

Sementara itu, pupuk jenis NPK mencatat realisasi sebesar 8.521 ton atau 20,74 persen dari total alokasi 41.080 ton. Sedangkan pupuk organik baru tersalurkan 298,08 ton atau sekitar 2,41 persen dari total alokasi 12.366 ton.

Di sisi lain, pupuk NPK formula khusus sebanyak 3.000 ton yang dialokasikan untuk Kabupaten Bengkulu Tengah dan Lebong hingga kini belum terealisasi. Kondisi ini menjadi perhatian karena distribusi pupuk sangat penting dalam menunjang produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengungkapkan rendahnya penyaluran pupuk organik disebabkan minimnya permintaan petani. Hal ini menunjukkan masih perlunya edukasi terkait manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah.

Untuk itu, para penyuluh di lapangan diharapkan dapat lebih masif melakukan sosialisasi kepada petani. Dengan dukungan 369 kios yang tersebar, petani dapat menebus pupuk subsidi sesuai harga yang telah ditetapkan, yakni urea Rp1.800 per kilogram, NPK Rp1.840 per kilogram, dan organik Rp640 per kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....