Sebanyak 10.401 Peserta Ikuti UTBK-SNBT di Unib

  • 22 Apr 2026 09:35 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 resmi dimulai secara serentak pada Selasa, 21 April 2026 di seluruh Indonesia, termasuk di Universitas Bengkulu (Unib). Tahun ini, sebanyak 10.401 peserta mengikuti UTBK di Unib yang dibagi ke dalam 20 sesi ujian selama 10 hari, hingga 30 April 2026.

Pada hari pertama pelaksanaan, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, bersama jajaran pimpinan universitas melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian di kampus utama kawasan Kandang Limun. Peninjauan turut didampingi para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, para Dekan, Ketua Lembaga, serta pengawas eksternal dari Universitas Airlangga.

“Kita tidak masuk ke ruang tes agar tidak mengganggu konsentrasi peserta. Pemantauan dilakukan dari depan ruangan untuk memastikan seluruh proses berjalan baik, fasilitas tersedia optimal, serta petugas dan pengawas menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab, termasuk memitigasi potensi kecurangan,” ujar Prof. Indra.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib yang juga Ketua Panitia Lokal UTBK-SNBT 2026, Prof. Kamaludin, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Peserta UTBK-SNBT di Unib tahun ini mencapai 10.401 orang, meningkat dari 9.224 orang pada tahun 2025. Meskipun tidak semua peserta memilih Unib, berdasarkan data panitia pusat, jumlah pendaftar yang memilih Unib sebagai tujuan studi mencapai lebih dari 11.000 orang. Ini menunjukkan tren peningkatan minat terhadap Unib dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prof. Kamaludin menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan UTBK-SNBT di Unib berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan panitia pusat. Termasuk dalam hal pengawasan terhadap data peserta yang terindikasi anomali.

“Di Unib terdapat sekitar 150 data peserta yang tergolong anomali. Seluruhnya telah dipetakan dan melalui proses screening ketat sebelum memasuki ruang ujian. Metode screening dilakukan secara khusus agar tidak mengganggu kenyamanan peserta lain,” ujarnya dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) di ruang UPA TIK Unib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....