Pemkot Bengkulu Tekankan Pelayanan Prima di Puskesmas

  • 20 Apr 2026 08:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan sepenuh hati kepada masyarakat.

Menurut Dedy, sikap petugas kesehatan menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa nyaman bagi pasien. Ia menekankan agar setiap masyarakat yang datang berobat disambut dengan senyum, komunikasi yang lembut, serta perhatian penuh.

“Orang yang datang ke puskesmas harus disambut dengan senyum, ditanya dengan nada lembut, dan ditatap wajahnya. Ini bukan sekadar wacana, saya minta benar-benar diterapkan,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

Dedy juga mengingatkan bahwa jika terdapat laporan terkait pelayanan yang tidak ramah, masyarakat diminta untuk segera melapor agar dapat ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi. Ia pun berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah puskesmas guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih memilih berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, sebelum ke rumah sakit. Selain pelayanan, ketersediaan obat juga menjadi perhatian serius.

Di sisi lain, Pemkot Bengkulu juga terus memperkuat layanan kesehatan melalui perluasan skrining dan pengobatan HIV. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 20 puskesmas telah mampu melakukan skrining HIV.

Selain itu, layanan deteksi dini juga didukung oleh enam rumah sakit pemerintah, lima rumah sakit swasta, serta 51 klinik yang turut berperan aktif. Dari seluruh fasilitas tersebut, terdapat 21 layanan kesehatan yang menyediakan pengobatan HIV, terdiri dari sembilan rumah sakit, tiga klinik, dan sembilan puskesmas.

Data Dinas Kesehatan mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terdapat 32 kasus baru HIV di Kota Bengkulu. Nelli mengungkapkan bahwa keterlambatan penanganan sering terjadi akibat stigma yang masih melekat di masyarakat.

“Banyak penderita yang takut diketahui orang lain, sehingga enggan memeriksakan diri. Akibatnya, saat datang ke fasilitas kesehatan, kondisi sudah dalam tahap lanjut,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat, khususnya yang memiliki faktor risiko, agar tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini. Deteksi dan pengobatan yang tepat waktu dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas hidup penderita sekaligus menekan penularan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....