Pelatihan Desain Produk IKM Bengkulu, Dewi Coryati Dorong Daya Saing
- 19 Apr 2026 12:34 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Pelatihan desain produk bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Bengkulu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Komisi X DPR RI.
Anggota Komisi X DPR RI, Dr. drh. Hj. Dewi Coryati, MSi menyampaikan bahwa di era saat ini, kualitas produk saja tidak cukup untuk menarik minat konsumen. Produk harus memiliki tampilan yang menarik, identitas yang kuat, serta mampu membangun kepercayaan pasar.
Ia mengapresiasi BRIN yang dinilai berhasil menghadirkan riset yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran BRIN dalam pelatihan ini menjadi bukti bahwa riset telah bertransformasi menjadi solusi konkret untuk mendorong IKM berkembang dan naik kelas melalui pendekatan berbasis inovasi.
“Desain produk sering dianggap hal kecil, padahal menjadi faktor penentu apakah produk dilirik pasar atau tidak. Konsumen kerap membeli karena kesan pertama dari tampilan produk,” ujar Dewi pada Minggu, 19 April 2026.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, pembangunan ekonomi memerlukan sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat, termasuk para pelaku IKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi menekankan bahwa desain produk merupakan “wajah” dari sebuah usaha. Tidak hanya soal estetika, desain berperan dalam membangun identitas, meningkatkan kepercayaan konsumen, membedakan produk di pasar, serta menaikkan nilai jual secara signifikan.
“Produk yang sama, jika didesain dengan baik, bisa memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi. Desain yang tepat mampu mengubah produk biasa menjadi luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkuou ini juga menyoroti masih banyak produk lokal berkualitas yang belum mampu bersaing karena kurang memperhatikan aspek desain dan kemasan. Melalui pelatihan ini, pelaku IKM diharapkan mulai memperhatikan elemen penting seperti kemasan informatif, logo dan identitas merek, konsistensi warna, serta narasi atau cerita produk.
Dengan peningkatan tersebut, produk IKM di Bengkulu diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar yang lebih luas.
Dewi menegaskan bahwa IKM tidak harus besar untuk sukses, namun harus memiliki keunikan dan ciri khas.
“Saya ingin melihat IKM Bengkulu naik kelas, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari tampilan, branding, dan kepercayaan pasar,” ujarnya.
Selain itu melalui pelatihan ini diharapkan menjadi momentum bagi pelaku IKM untuk menjadikan kreativitas sebagai kekuatan utama dalam menghadapi persaingan di era modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....