Stok VAR di Kabupaten Kaur Mulai Menipis
- 18 Apr 2026 00:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bintuhan - Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur mencatat adanya kenaikan yang signifikan pada kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). Meningkatnya kasus Gigitan Hewan Penular Rabies ini membawa dampak langsung pada ketersediaan logistik medis di masing-masing puskesmas.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sapuan Ilyas mengatakan, saat ini stok Vaksin Anti Rabies atau VAR di Puskesmas mulai menipis. Berdasarkan pendataan terakhir, total sisa vaksin yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kaur hanya menyisakan sekitar 20 vial saja.
| Baca juga: Sepekan, 5 Karhutla Terjadi di Kaur |
"Kita sudah mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada penambahan vaksin anti rabies,” katanya.
Maka dari itu sapuan meminta kepada pihak puskesmas untuk melakuan observasi terlebih dahulu pada korban dan hewan yang menggigit korban, baru memberi tindakan vasinasi. Sehingga pemberian vaksin anti rabies kepada korban bisa lebih tepat sasaran.
Hal ini dinilai sangat penting karena kebanyakan dari kasus gigitan hewan penular rabies yang terjadi, hewan yang menggigit korban nyatanya tidak terbukti positif rabies. Maka dari itu Dinas Kesehatan sangat menekankan untuk melakukan observasi terlebih dahulu.
"Ini lah yang jadi PR bagi kita bagaimana agar mengubah pemikiran masyarakat yang kalau habis di carkar kucing langsung minta VAR. Padahal seharusnya di Obsevasi dulu, kalau memang hewannya positif rabies baru bisa kita beri VAR," ujarnya.
Sapuan Ilyas menambahkan terdapat beberapa langkah awal yang bisa dilakukan dalam penanganan kasus gigitan hewan penular rabies. Yang paling utama dan terpenting yakni mencuci luka gigitan atau cakaran hewan penular rabies menggunakan air mengalir dan sabun selama kurang lebih 15 menit.
Pencucian ini merupakan hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan setelah terjadi (jilatan, cakaran atau gigitan) oleh hewan penular rabies untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar luka gigitan. Setelah itu, korban bisa diberikan antiseptik untuk membunuh virus rabies yang masih tersisa di sekitar luka gigitan, antiseptik yang dapat diberikan diantaranya alkohol 70%, dan zat antiseptik lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....