Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe di Kota Bengkulu Tetap Produksi Normal

  • 17 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kenaikan harga kedelai dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan para pelaku usaha tempe di Kota Bengkulu. Meski demikian, produsen tempe tetap mempertahankan produksi agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

Salah seorang pemilik usaha tempe di Kota Bengkulu, Wulan, mengaku harga kedelai terus mengalami kenaikan selama dua minggu terakhir. Jika sebelumnya harga kedelai berada di angka Rp520 ribu per karung, kini telah naik menjadi Rp560 ribu per karung.

Menurut Wulan, meskipun harga bahan baku meningkat, produksi tempe di tempat usahanya masih berjalan normal. Dalam sehari, ia mampu menghabiskan sekitar 8 hingga 12 karung kedelai untuk memenuhi permintaan pasar.

“Produksi tetap normal, hanya saja kami menyiasatinya dengan menaikkan harga jual, tapi kualitas tetap dijaga. Para pembeli saat ini memaklumi, karena tau kondisi” ujar Wulan, Jumat 17 April 2026.

Ia menjelaskan, harga tempe per batang kini naik Rp1.000, dari sebelumnya Rp13 ribu menjadi Rp14 ribu per batang. Kenaikan harga tersebut terpaksa dilakukan untuk menutup biaya produksi yang semakin meningkat akibat lonjakan harga kedelai.

Meski harga tempe mengalami kenaikan, para pembeli disebut tetap memaklumi kondisi tersebut. Konsumen memahami bahwa kenaikan harga tempe dipicu oleh naiknya harga kedelai sebagai bahan baku utama.

Para pelaku usaha berharap harga kedelai dapat kembali stabil agar biaya produksi tidak semakin membebani usaha kecil. Sebab, jika kenaikan terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha para produsen tempe.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....