Peternakan Sapi di Bengkulu Siapkan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
- 16 Apr 2026 13:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Menjelang Hari Raya Idul Adha yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2026 mendatang, sejumlah peternakan sapi di Bengkulu mulai sibuk menyiapkan hewan ternaknya dengan perawatan lebih maksimal dari hari biasa. Persiapan ini dilakukan agar sapi yang dijual benar-benar dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban bagi masyarakat yang akan berkurban.
Perawatan sapi rutin diberi pakan yang cukup setiap hari serta tambahan nutrisi untuk menjaga bobot tubuhnya tetap ideal dan tidak turun. Kebersihan kandang juga selalu dijaga dan kondisi fisik hewan terus dipantau agar tidak mengalami sakit, stres, atau cacat menjelang waktu penjualan.
Beberapa pekan terakhir, warga mulai berdatangan ke peternakan untuk melihat kondisi sapi secara langsung sebelum membeli dan memastikan pilihannya. Sebagian dari mereka bahkan sudah melakukan pemesanan lebih awal untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang sesuai dengan keinginan.
Salah satu pengelola peternakan sapi Thamrin HS, Sadiman mengatakan bahwa aktivitas di peternakan meningkat cukup signifikan menjelang Idul Adha karena banyak warga mulai mencari sapi kurban. Ia menyebut hampir setiap hari ada warga yang datang untuk melihat sapi dan menanyakan harga.
“Untuk sekarang warga sudah mulai datang melihat sapi dan ada juga yang langsung memesan lebih awal. Kami pastikan sapi yang dijual sehat, cukup umur, dan sesuai syarat untuk dijadikan hewan kurban,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.
Untuk harga, sapi kurban di peternakannya dijual dengan kisaran Rp15 juta hingga Rp17 juta per ekor tergantung ukuran tubuh, bobot, dan kondisi sapi. Semakin besar ukuran tubuh dan berat sapi, maka harga yang ditawarkan juga akan menyesuaikan dengan kualitas hewan tersebut.
Selain kondisi sehat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar sapi layak dijadikan hewan kurban sesuai ketentuan yang berlaku. Sapi minimal berumur dua tahun, tidak cacat, tidak pincang, tidak buta, tidak kurus, serta berada dalam kondisi fisik yang baik saat diperiksa.
Jenis kelamin sapi tidak menjadi syarat dalam hewan kurban karena sapi jantan maupun betina tetap sah untuk dikurbankan selama memenuhi ketentuan. Yang terpenting adalah kondisi hewan benar-benar sehat, cukup umur, dan tidak memiliki kekurangan fisik saat diserahkan kepada pembeli. (Reyhan).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....