Danau Mas Masuk Proyeksi Revitalisasi Tahun 2027

  • 11 Apr 2026 08:47 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Revitalisasi Danau Mas Harun Bastari menjadi langkah penting untuk mengembalikan daya tarik destinasi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Upaya ini dipandang strategis di tengah persaingan sektor pariwisata yang semakin kompetitif.

Penurunan kualitas fasilitas, aksesibilitas, dan pengelolaan kawasan berpotensi menurunkan minat kunjungan wisatawan. Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini dapat melemahkan posisi destinasi dalam menarik wisatawan baru maupun mempertahankan pengunjung.

Lokasi danau yang strategis di jalur Curup–Lubuklinggau serta didukung udara sejuk menjadi modal kuat untuk pengembangan pariwisata. Panorama alam yang terbuka juga memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Keunggulan lain dari kawasan ini adalah kedekatannya dengan destinasi populer seperti Taman Wisata Alam Bukit Kaba. Hal ini memungkinkan pengembangan paket wisata terpadu yang lebih menarik dan variatif.

Pelaksana tugas Bupati Rejang Lebong, Hendra, menegaskan bahwa pembenahan fasilitas menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas destinasi. “Pembenahan fasilitas ini diharapkan dapat membuat wisatawan lebih nyaman, sehingga kunjungan meningkat,” ujarnya, saat meninjau lokasi pada Jumat, 10 April 2026.

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar. “Jika jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat, berdampak pula pada sektor ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.

Pembenahan fasilitas diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan. Dengan demikian, kunjungan dapat meningkat dan berdampak langsung pada kenaikan pendapatan asli daerah.

Pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki rencana induk pengembangan kawasan tersebut. Namun, implementasinya belum berjalan optimal dalam beberapa tahun terakhir.

Mulai tahun 2026, proses pematangan program akan dilakukan secara lebih komprehensif. Targetnya, pembangunan fisik dapat direalisasikan pada tahun 2027.

Saat ini, kontribusi pendapatan dari kawasan wisata tersebut masih tergolong rendah dibandingkan target yang ditetapkan. Meski demikian, pemerintah optimistis revitalisasi menyeluruh akan mendorong peningkatan kunjungan secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....