Pasca Banjir Rendam Area Persawahan, Petani Khawatir Gagal Panen

  • 09 Apr 2026 10:43 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Pasca banjir yang melanda Kota Bengkulu pada 7 April 2026, dampaknya kini mulai terlihat di area persawahan milik petani di Kelurahan Sawah Lebar. Meski genangan air sudah surut, sekitar 15 hingga 20 hektar lahan persawahan terdampak dan kondisi tanaman padi terlihat menguning serta sebagian rebah akibat sebelumnya terendam air cukup lama.

Di sejumlah titik persawahan, bekas endapan lumpur masih terlihat menempel di batang padi dan permukaan tanah. Hal ini membuat petani khawatir pertumbuhan padi tidak lagi optimal dan berpotensi menurunkan hasil panen.

Salah seorang petani, Rahmad, mengatakan setelah air surut barulah terlihat jelas kondisi tanaman yang terdampak. Ia menyebut beberapa bagian sawah menunjukkan tanda-tanda padi mulai rusak karena terlalu lama terendam.

“Sekitar 15 sampai 20 hektar sawah di sini yang kena banjir kemarin, dan kami yakin nanti harga jual gabah pasti turun karena kualitas padinya tidak sebagus biasanya. Padinya sempat lama terendam air sehingga banyak yang menguning dan pertumbuhannya terganggu,” ujarnya, Kamis 8 April 2026.

Salah seorang petani lainnya, Murti mengatakan kondisi sawah yang dipenuhi endapan lumpur usai banjir turut memperbesar potensi kerugian yang dialami petani. Ia menyebut saat ini petani hanya bisa memantau perkembangan tanaman padi yang terdampak sambil berharap kondisinya masih bisa bertahan hingga masa panen.

“Kalau dikatakan rugi, pasti rugi dikarenakan banjir ini kan buat nilai jual padinya kan menjadi turun. Kalau hujan kembali deras dan banjir lagi kemungkinan besar bisa gagal panen tahun ini," ujarnya.

Para petani berharap kondisi ini menjadi perhatian agar sistem aliran air di sekitar persawahan dapat diperbaiki sehingga dampak serupa tidak kembali terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Mereka juga berharap ada langkah nyata untuk memastikan saluran pembuangan air tetap lancar agar lahan pertanian tidak kembali terendam. (Reyhan)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....