Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi Tanggap Darurat Banjir

  • 06 Apr 2026 16:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk memperkuat respons terhadap bencana banjir yang meluas di berbagai wilayah. Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, memimpin langsung pertemuan tersebut guna menyinkronkan langkah penanganan darurat pada Senin, 6 April 2026.

Tujuan utama rapat ini adalah memastikan ketersediaan logistik, perahu karet, hingga posko pengungsian bagi warga terdampak di kabupaten dan kota. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan dan layanan kesehatan, dapat terpenuhi dengan cepat.

Selain banjir, pertemuan tersebut menyoroti musibah kapal nelayan yang karam akibat cuaca buruk di perairan Bengkulu. Satu korban dilaporkan meninggal dunia setelah upaya pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, Polairud, dan TNI Angkatan Laut.

Kondisi di Kabupaten Lebong menjadi perhatian khusus karena mencatatkan dampak kerusakan yang cukup masif pada infrastruktur permukiman. Tercatat sebanyak 1.200 rumah di enam kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor yang memerlukan penanganan segera.

Pemprov Bengkulu telah menyalurkan bantuan awal berupa personel dan armada perahu karet untuk mempermudah proses evakuasi di lapangan. Bantuan logistik berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya juga mulai didistribusikan secara bertahap menuju titik-titik pengungsian.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu pun telah disiagakan untuk memantau kondisi sanitasi serta kesehatan para pengungsi di setiap wilayah. Tim medis dan ketersediaan obat-obatan dipastikan cukup untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir yang sering menyerang warga.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bengkulu mendapatkan apresiasi atas kecepatan tim dalam mengevakuasi kelompok rentan ke lokasi yang lebih aman. Sinergi antara BPBD, Damkar, dan Baznas menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak risiko bagi penduduk di wilayah perkotaan.

Asisten I menegaskan bahwa distribusi sumber daya akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar bantuan merata secara proporsional. Keputusan ini diambil untuk menjamin efektivitas penanganan di tengah masa tanggap darurat yang sedang berlangsung saat ini.

Pemerintah melalui Dinas Kominfotik juga menyiapkan kanal informasi darurat melalui media sosial, Telegram, dan WhatsApp demi akurasi data. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Khairil Anwar mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang dan selalu mengikuti instruksi resmi dari BMKG maupun instansi terkait lainnya. Kewaspadaan kolektif sangat diperlukan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan di Provinsi Bengkulu. (MC)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....