Cuaca Ekstrem Bengkulu: Tiga Siklon Intai Wilayah hingga 4 Hari Kedepan
- 06 Apr 2026 10:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi dilaporkan telah mengguyur hampir seluruh wilayah Provinsi Bengkulu sejak Minggu sore, 5 April 2026. Kondisi cuaca buruk ini dipicu oleh adanya aktivitas atmosfer yang cukup signifikan di sekitar Pulau Sumatera sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.
Berdasarkan data teknis, curah hujan terpantau mencapai angka 180 mm secara umum, bahkan menembus angka 233 mm untuk wilayah Rejang Lebong. Angka ini menunjukkan kategori hujan ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang maupun tanah longsor di titik-titik rawan.
Prakirawan BMKG Bengkulu, Intan Rahma, menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga aliran angin siklonik yang terpantau aktif di sekitar perairan Pulau Sumatera. Keberadaan aliran siklonik tersebut menciptakan belokan angin yang kuat sehingga uap air terkumpul secara masif dan membentuk awan penghujan di atas langit Bengkulu.
Selain faktor hujan, BMKG juga menyoroti kecepatan angin yang saat ini rata-rata mencapai 20 knot atau setara dengan 37 kilometer per jam. Embusan angin kencang ini tidak hanya membahayakan aktivitas pelayaran di pesisir barat, tetapi juga meningkatkan risiko pohon tumbang di area perkotaan.
Pihak BMKG memperkirakan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil ini masih akan bertahan hingga tiga sampai empat hari ke depan di seluruh kabupaten. Selama periode tersebut, warga diminta tetap waspada karena intensitas hujan diprediksi tetap berada pada level sedang hingga tinggi secara terus-menerus.
Dari hasil pantauan citra satelit terbaru, wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Lebong menjadi dua daerah yang mengalami dampak cuaca paling ekstrem dibandingkan wilayah lainnya. Konsentrasi awan hujan di kedua wilayah tersebut terpantau sangat tebal sehingga durasi hujan menjadi lebih lama dengan volume air yang besar.
Intan Rahma mengimbau masyarakat agar selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi kemungkinan evakuasi dini jika debit air meningkat. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai maupun di wilayah perbukitan yang memiliki struktur tanah labil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....