Minat Baca Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Bengkulu Tembus 43 Ribu Tahun 2025
- 02 Apr 2026 09:33 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd pada dialog interaktif, Kamis, 2 April 2026 menyampaikan bahwa tingkat kunjungan ke perpustakaan daerah terus menunjukkan tren positif. Bahkan, pada tahun 2025 lalu jumlah pengunjung mencapai sekitar 43 ribu orang, meningkat dibandingkan tahun 2024.
Menurut Meri Sasdi, Perpustakaan Provinsi Bengkulu kini menjadi role model atau percontohan bagi perpustakaan di kabupaten dan kota di Bengkulu. Peningkatan jumlah pengunjung ini menjadi indikator kuat bahwa minat baca masyarakat tetap tinggi, meskipun perkembangan teknologi digital semakin pesat.
“Hal ini menunjukkan bahwa antusias dan keinginan masyarakat untuk membaca tidak terpengaruh oleh kehadiran buku digital,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa buku fisik dan digital memiliki karakteristik yang berbeda. Secara keilmuan, keduanya memang memiliki fungsi yang sama, namun pengalaman membaca buku fisik dinilai lebih memberikan kenyamanan.
“Membaca buku fisik terasa lebih santai, meningkatkan konsentrasi, bahkan dapat membantu mengurangi stres. Dampaknya sangat luar biasa bagi pembaca,” ujarnya.
Meri Sasdi juga mengungkapkan bahwa terdapat pengalaman dari salah satu negara yang sempat beralih ke buku digital, namun pada akhirnya kembali menggunakan buku fisik. Hal ini disebabkan keterbatasan referensi pada buku digital yang dinilai masih belum mendalam dan cenderung hanya memberikan gambaran singkat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa buku digital tetap memiliki keunggulan, terutama dalam hal kemudahan akses dan kecepatan penerbitan. Oleh karena itu, menurutnya, penggunaan buku fisik dan digital sebaiknya berjalan beriringan dan saling melengkapi.
“Tidak ada yang benar atau salah, keduanya bisa digunakan bersama untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat,” katanya.
Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam mengakses informasi digital. Pasalnya, tidak sedikit informasi yang beredar di dunia digital mengandung hoaks atau data yang tidak akurat. Berbeda dengan buku fisik yang umumnya telah melalui proses penulisan dan penyuntingan sesuai kaidah yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, Meri Sasdi menekankan pentingnya edukasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Ia berharap kebiasaan membaca dapat terus ditanamkan, minimal 30 menit setiap hari.
“Manfaat membaca sangat luar biasa. Karena itu, kita perlu terus mendorong masyarakat agar memiliki kemauan membaca yang tinggi,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....