Program AI Ready ASEAN, Mafindo Perkuat Literasi Digital 242 Mahasiswa FMIPA UNIB
- 01 Apr 2026 10:32 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu menggelar pelatihan intensif bertajuk implementasi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning, AI Ready Asean bagi mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Bengkulu, pada 31 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi digital yang diakui secara global melalui sertifikasi internasional.
Dalam sesi yang berlangsung online tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Bengkulu, Dr Gushevinalti, menekankan bahwa penguasaan AI saat ini menjadi instrumen krusial dalam dunia akademik dan profesional. Peserta diwajibkan menyelesaikan modul dalam Learning Management System (LMS) untuk mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah dalam kurikulum vitae (CV).
Gushevinalti menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berskala internasional ini merupakan dukungan nyata bagi akreditasi jurusan maupun program studi. "Kami berharap kompetensi yang didapat tidak berhenti di sini, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia akademik. Sertifikat internasional ini adalah portofolio berharga yang membuktikan mahasiswa kita telah terlibat dalam kegiatan digital global," katanya.
Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNIB, Prof Dr Evi Maryanti, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Mafindo yang telah memfasilitasi mahasiswa dan tenaga pendidik dengan pelatihan AI. Menurutnya, pemahaman AI sangat krusial bagi dunia pendidikan tinggi saat ini.
"Kami sangat berterima kasih atas undangan dan fasilitas pelatihan AI ini bagi Jurusan Kimia. Sebagai pendidik, kami merasa perlu memahami hal-hal teknis terkait AI agar dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan secara tepat dalam proses pembelajaran," ujar Evi Maryanti.
Tidak hanya soal kecanggihan teknologi, aspek perlindungan data juga menjadi sorotan utama. Trainer Dani Fazli mengingatkan peserta tentang pentingnya privasi data, verifikasi dua faktor, hingga penggunaan kata sandi yang kuat di tengah masifnya penggunaan alat-alat berbasis AI.
Uniknya, peserta juga diajak melakukan praktik langsung melalui platform code.org. Melalui simulasi permainan identifikasi ekosistem laut, peserta belajar bagaimana algoritma Machine Learning bekerja dalam mengklasifikasi data dan mengenali pola secara spesifik.
Kembali Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Bengkulu, Gushevinalti, menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi telah menghapus sekat geografis. Acara yang dipandu oleh Lizaida Jannah moderator dari Jakarta dan diikuti oleh 242 peserta di Bengkulu ini menunjukkan bahwa diskusi tingkat tinggi kini bisa dilakukan dari mana saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....