Pedagang Pasar Minggu Tetap Berjualan di Trotoar, Alasan Ekonomi Jadi Pertimbanga
- 01 Apr 2026 08:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sejumlah pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Pasar Minggu, Kota Bengkulu, masih terlihat berjualan di sekitar area bahu jalan dan trotoar pasar. Padahal lokasi tersebut bukan dipergunakan bagi untuk ativitas berdagang dikarenakan mengganggu kondisi pejalan kaki dan arus lalu lintas.
Pantauan di lapangan, lapak sederhana para pedagang yang berupa meja dan terpal tampak berdiri di atas trotoar. Kondisi ini membuat pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan saat melintas, sementara kendaraan yang melawati area ersebut sedikit padat dan bersempit sempitan saat di lalui.
Salah seorang pedagang , Ririn, mengatakan bahwa terpaksa kembali berjualan di lokasi tersebut meski menyadari jalan tersebut bukan tempat yang semestinya. Dikarenakan tempat berjualan disekitar pasar terbatas walaupun sudah di tawarkan masuk ke dalam, tetapi para pedagang masih tetap berdagang di luar dikarenakan mahalnya biaya sewa jika di dalam.
“Kami sudah pernah diminta pindah, tetapi kalau jualan agak masuk ke dalam, pembeli sepi. Di sini orang lewat banyak, jadi masih ada yang beli, kalau tidak di sini, sulit untuk dapat uang", ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan ekonomi keluarga membuatnya tidak punya banyak pilihan. Hasil jualan sayur setiap hari digunakan untuk kebutuhan makan dan biaya sekolah anak.
Lapak para pedagang sudah di siapkan di area gedung PTM kawasan pasar minggu, pemerintah juga sudah mengratiskan para pedagang untuk membuka lapak selama 3 bulan. Namun para pedagang masih banyak yang memilih untuk berdagang di luar dikarenakan dikaranakan lebih ramai.
| Baca juga: Harga Cabai Merah di Bintuhan Kembali Naik |
Salah seorang pedagang lainya, Gelis mengatakan bahwa pernah mencoba berjualan di salam terapi tidak seramai pembeli saat diluar. Hal tersebut membuat sebagian pedagang mengalami kekhawatiran yang takutnya tidak bertahan lama karena minim pembeli.
“Sudah coba pindah, tapi dagangan saya kurang laku, kondisi di dalam kurang rame seperti di luar, sementara kebutuhan jalan terus. Kami tahu ini salah, tapi kalau tidak jualan di sini, tidak ada pemasukan,” katanya.
Keberadaan pedagang di trotoar dan bahu jalan ini di satu sisi membantu mereka mempertahankan penghasilan, namun di sisi lain menimbulkan persoalan mengenai ketertiban umum. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki beralih fungsi, sementara bahu jalan yang dipakai berdagang mempersempit ruang kendaraan.
Para pedagang berharap ada solusi penataan yang tidak hanya menertibkan, tetapi juga tetap memberi ruang bagi mereka untuk mencari nafkah. Kondisi ini menjadi tantangan bersama, agar penataan kawasan pasar tetap memperhatikan ketertiban tanpa mengabaikan kebutuhan ekonomi masyarakat kecil agar tidak ada yang merugi. Reyhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....