DJPb: Pendapatan Negara di Bengkulu Naik 24,18 Persen, Belanja Tembus Rp2,3 Triliun

  • 26 Mar 2026 14:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Bengkulu hingga 28 Februari 2026 menunjukkan capaian yang sangat positif dan menjanjikan. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana.

Menurut Irfan, pendapatan negara mencatatkan pertumbuhan signifikan, sementara realisasi belanja pemerintah melaju lebih cepat untuk mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hal ini semakin mengukuhkan peran APBN sebagai motor penggerak pembangunan di Bumi Rafflesia,” ujarnya.

Dari sisi penerimaan, pendapatan negara tumbuh sebesar 24,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total mencapai Rp409,50 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja sektor industri pengolahan, khususnya komoditas kelapa sawit yang terus menguat. Selain itu, kelancaran arus barang di Pelabuhan Pulau Baai turut mendongkrak penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai.

"Kinerja positif juga tercermin pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp121,86 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari optimalisasi layanan publik melalui Badan Layanan Umum (BLU), seperti perguruan tinggi negeri dan rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, realisasi belanja negara di Bengkulu tumbuh 25,33 persen menjadi Rp2.352,94 miliar. Anggaran tersebut telah disalurkan untuk berbagai program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga pertengahan Maret 2026 telah menyalurkan Rp225,3 miliar kepada 331.731 penerima di seluruh kabupaten/kota.

“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Irfan.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui percepatan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Sejak 2026, TPG disalurkan langsung dari kas negara ke rekening masing-masing guru. Hingga akhir Maret, dana sebesar Rp219,15 miliar telah diterima oleh ribuan guru di Bengkulu.

Selain itu, pembangunan infrastruktur terus dipercepat, terutama pada perbaikan dan pemeliharaan jalan penghubung antarprovinsi guna meningkatkan mobilitas masyarakat dan menekan biaya distribusi barang.

Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga terus diperkuat. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp677,92 miliar kepada 7.559 pelaku usaha, dengan sektor pertanian sebagai penerima manfaat terbesar. Sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) telah menjangkau 806 pelaku usaha dengan total Rp5,54 miliar.

Ke depan, Irfan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat guna memastikan pengelolaan APBN dan APBD berjalan selaras dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....