Puncak Libur Lebaran, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Modern Capai 132 Ribu Orang

  • 25 Mar 2026 22:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Antusiasme masyarakat Bengkulu dalam mengisi libur Idulfitri 1447 Hijriah mendorong lonjakan kunjungan ke pusat perbelanjaan modern di Bengkulu. Selama periode puncak Lebaran 2026, jumlah pengunjung harian di salah satu mal, rata-rata tercatat mencapai sekitar 132 ribu orang.

Centre Manager Bencoolen Mall, Ekawati Sinaga, menyebut peningkatan ini melanjutkan tren positif sejak tahun sebelumnya. Pada 2025, kunjungan tercatat naik sekitar 22 persen, dan pada Lebaran tahun ini lonjakan terlihat lebih tinggi dengan kepadatan yang sudah terjadi sebelum jam operasional.

“Jam operasional tetap normal mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Namun, pengunjung sudah memadati area lobi sebelum mall dibuka,” kata Ekawati, Rabu 25 Maret 2026.

Berdasarkan data manajemen, puncak kunjungan terjadi pada hari ketiga setelah Lebaran (H+3). Pengunjung didominasi keluarga yang memanfaatkan momen libur untuk berbelanja dan menikmati kuliner. Setelah masa puncak, jumlah pengunjung diperkirakan cenderung stabil hingga akhir libur panjang.

Pihak manajemen menilai tingginya trafik berpotensi mendorong peningkatan transaksi di tenant. Untuk itu, berbagai program promosi dan potongan harga digelar guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.

Dari sisi operasional, sejumlah langkah dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan, mulai dari pengaturan parkir, peningkatan kebersihan, hingga optimalisasi fasilitas umum. Pengamanan juga diperketat, dan hingga kini tidak ditemukan laporan tindak kriminalitas.

“Kendala yang paling sering terjadi adalah anak terpisah dari orang tua karena kondisi ramai. Namun, tim keamanan bersama tenant sigap membantu hingga anak kembali ke keluarganya,” jelasnya.

Selain sebagai pusat aktivitas ekonomi, Bencoolen Mall juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini terdapat sekitar 200 tenant dengan total pekerja mencapai 2.000 orang.

“Sekitar 85 persen karyawan merupakan putra daerah, sementara di level manajemen mencapai 83 persen. Ini bagian dari komitmen kami mendukung ekonomi lokal,” ujar Ekawati.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....