Tradisi Yasinan dan Tahlik Masal Desa Gunung Selan

  • 24 Mar 2026 07:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu -Suasana suasana tal biasa terlihat di tempat pemakaman umum di Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Ribuan warga tampak memadati area pemakaman untuk, bahkan banyak juma warga yang sengaja memasang tenda-tda semwntara dari terpal di makam-makam keluarganya.

Kepala Desa Gunung Selan, Amir Hamzah yang dilakukan oleh warga Desa Gunung Selan ini adalah yasinan dan tahlil massal di depan makam keluarga masing-masing. Yasinan dan tahlilan massal ini meruapakan tradisi turun temurun warga Desa Senali yang digelar setiap 2 syawal.

"Ini adalah tradisi kita namanya Yanisan dan tahlil massal. Makanya kalau yang bukan dari Arga Makmur pasti heran melihat rame-rame di TPA kita ini," ucapnya.

Tradisi ini telah berlangsung lebih dari dua dekade. Awalnya oleh lima orang sesepuh desa, dengan tujuan menjaga silaturahmi dan memperkuat ikatan sosial antar warga.

Hingga kini, nilai-nilai tersebut masih terjaga melalui yasinan dan ziarah massal. Masyarakat tidak hanya mendoakan para leluhur, namun juga mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

"Kalau tradisi ini sudah berjalan kurang lebih dua dekade. Sampai saat ini masih terus kita lestarikan," katanya.

Kepala Desa Gunung Selan menyebut kegiatan ini berlangsung sederhana, tanpa ritual khusus, namun sarat akan makna. Warga melaksanakan yasinan, tahlil, dan ziarah sebagaimana umumnya, namun dalam skala yang lebih besar dan serentak.

"Tidak ada ritual khusus dalam tadisi ini, Yang bikin beda dan merak itu memang semua warga datang ke TPA dan melaksananannya secara serentak. Bahkan akan ada juga warga yangs ampai mesang tenda-tenda drai terpal," ujarnya.

Pada Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah peserta terlihat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya partisipasi warga tak lepas dari momen mudik, dimana banyak perantau pulang kampung dan turut ambil bagian dalam tradisi ini.

Dengan antusiasme yang terus meningkat, Pemerintah Desa dan masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini. Hal ini dilakukan sebagai bagian Bagian dari identitas dan kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....