Ratusan Warga Antusias Menyakisikan Ogoh-Ogoh Desa Rama Agung
- 19 Mar 2026 00:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Utara - Festival Ogoh-Ogoh yang digelar pada Rabu sore 18 Maret 2026 di Desa Rama Agung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara menjadi momen yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati jalan yang menjadi rute arak-arakan Ogoh-Ogoh.
Bahkan masyarakat yang hadir bukan hanya dari Kecamatan Arga Makmur saja, namun ada juga dari Kecamatan tetangga. Seperti yang diungkapkan oleh Ika salah seorang warga Kecamatan Lais yang sengaja datang ke Kota Arga Makmur untuk melihat Ogoh-Ogoh.
“Ya saya memang sengaja ke Arga Makmur hari ini untuk melihat Ogoh-Ogoh. Setiap tahun ada Ogoh-Ogoh saya pasti datang untuk lihat, soalnya Ogoh-Ogoh ini unik jadi saya penasaran tahun ini wujud Ogoh-Ogohnya seperti apa,” katanya
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bengkulu Utara Made Astawa mengatakan Festival Ogoh-Ogoh dilaksanakan menjelang perayaan hari raya nyepi yang tahun ini jatuh pada kamis 19 maret 2026. Ogoh-Ogoh ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut hari raya nyepi tahun saka 1948 atau 2026 masehi.
“Ya memang setiap tahun kita umat hindu selalu melakukan arak-arakan ogoh-ogoh sebagai salah satu rangkaian dari menyambut Hari Raya Nyepi yang kita kemas menajadi Festival Ogoh-Ogoh. Kegiatan ini memang telah kita persiapkan dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaannya,” katanya.
Pada tahun ini ada 7 ogoh-ogoh yang di buat oleh Umat Hindu Di Bengkulu Utara. 2 diantaranya di Banjar Adat Tirta Tektek dan Dewayu di Desa Sumber Agung, Kecamatan Arma Jaya, 1 di Desa Tanjung Raman, 1 Desa Kuro Tidur dan 3 di Desa Rama Agung. Tradisi Ogoh-Ogoh ini menjadi bagian penting dalam rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai spiritual bagi umat hindu.
“Untuk tahun ini secara umum di Bengkulu Utara ada 7 ogoh-ogoh yang hari ini di arak dan dibakar. 7 Ogoh-ogoh ini tersebar di beberapa pura dan banjar adat yang ada di Bengkulu Utara,” Ujarnya.
Untuk rute arak-arakan ogoh-ogoh di Arga Makmur dimulai dari depan Pura Dharma Yatra kemudian melintasi jalan menuju Kantor Pos Arga Makmur dan dilanjutkan dengan berbagai atraksi budaya. Selanjutnya, arak-arakan Ogoh-Ogoh berputar ke arah Rumah Sakit Charitas dan rute terakhir menuju Krematorium Desa Rama Agung.
Setelah tiba dipemberhentian terakhir yakni di Krematorium Desa Rama Agung Ogoh-Ogoh kemudian dibakar. Prosesi pembakaran ini dilakukan sebagai simbol untuk memusnahkan atau menghilangkan aura negatif agar nantinya tidak menggangu umat hindu untuk menjalankan catur brata pada Hari Nyepi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....