KPPL: Menjaga Hutan Berarti Memelihara Alam, Flora dan Satwa
- 08 Mar 2026 09:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Upaya menjaga kekayaan hayati di rimba Sumatera terus dilakukan oleh berbagai komunitas pecinta alam. Salah satunya dilakukan oleh Sofian, pendiri Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu yang aktif mengampanyekan perlindungan flora dan fauna langka.
Menurutnya, hutan bukan sekadar bentang alam, melainkan rumah bagi berbagai spesies langka yang kini semakin terdesak ruang hidupnya. Ia menyebutkan bahwa di rimba Bengkulu hidup bunga raksasa Rafflesia serta satwa besar seperti Gajah Sumatera yang keberadaannya perlu dijaga bersama.
Sofian menjelaskan bahwa kepedulian terhadap puspa langka mulai ia wujudkan dengan mendirikan Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu pada tahun 2010. Komunitas tersebut fokus pada upaya edukasi, pendampingan masyarakat, serta perlindungan berbagai jenis Rafflesia yang tumbuh di wilayah Bengkulu.
Selain aktif di KPPL, ia juga terlibat dalam gerakan pelestarian satwa langka melalui tim Save Gajah Seblat sejak tahun 2012. Ia bersama para relawan terus menyuarakan pentingnya perlindungan habitat Gajah Seblat yang hidup di kawasan hutan Bengkulu.
"Gerakan menjaga alam bukan tentang siapa yang tampil paling depan, melainkan tentang konsistensi untuk tetap bertahan merawat rimba. Suara masyarakat sangat penting untuk mengingatkan semua pihak agar tidak membiarkan rimba dan Gajah Sumatera hanya menjadi cerita," dikutip dari laman media sosialnya, 7 Maret 2026.
Ia juga menekankan bahwa alam bukan hanya warisan dari nenek moyang yang bisa dimanfaatkan tanpa batas. "Alam adalah titipan yang harus dijaga demi keberlangsungan hidup generasi masa depan," ucapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan kekayaan hayati yang masih tersisa. Ia berharap kepedulian yang lahir dari Bengkulu dapat menjadi bagian dari upaya besar menjaga alam Sumatera bahkan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....